April, 07 2026

Category: R 4 MOTOSPORT

Success Story: Mengapa Event Balap GT World Challenge Asia Hadir di Indonesia?

The Mandalika, 7 April 2026 – Gelaran GT World Challenge Asia di Pertamina Mandalika International Circuit pada 1–3 Mei 2026 mendatang bukan sekadar menghadirkan balapan mobil GT kelas dunia. Lebih dari itu, kehadiran ajang ini merupakan bagian dari strategi besar untuk menggabungkan olahraga otomotif, pariwisata, hingga investasi dalam satu ekosistem yang berkelanjutan di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

GTWCA
Gendang Beleq sebagai kesenian daerah Nusa Tenggara Barat membuka sesi Opening Ceremony GT World Challenge Asia di Pertamina Mandalika International Circuit, Minggu (11/5/2025) saat gelaran perdana event ini tahun lalu. Tahun ini sajian performance kesenian tradisional dan Nusantara akan dikemas lebih spektakuler pada ajang GT World Challenge Asia pada 1-3 Mei 2026.

Sejumlah alasan bisa menjawab mengapa event GT World Challenge Asia hadir menyapa penggemar motorsport di Indonesia. Pertama, penyelenggaraan perdana GT World Challenge Asia pada 9-11 Mei 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit disaksikan langsung di sirkuit oleh 9.000 orang selama akhir pekan balapan, meliputi penonton, tamu undangan, serta tim dan kru.

GTWCA
GT World Challenge Asia 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit tidak hanya disaksikan oleh penonton dalam negeri, tetapi penonton mancanegara pun menikmati langsung event ini dari Grandstand A, Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (11/5/2026).

Ditargetkan pada penyelenggaraan tahun kedua pada 1-3 Mei 2026 mendatang jumlah ini akan meningkat, seiring makin banyaknya masyarakat yang mengenal dan menikmati sensasi berwisata di Pertamina Mandalika International Circuit. Kehadiran penonton di sirkuit adalah bukti nyata mereka ingin menjadi bagian dari event internasional ini.

Kedua, publikasi dan tayangan GT World Challenge Asia 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit pada media mainstream, media digital, dan sosial media telah mendongkrak dan menjadi daya ungkit event ini dikenal masyarakat luas, terutama di Indonesia. Dengan beragam pemberitaan di berbagai media, maka nilai atau angka total public relations value atau PR Value sebesar Rp 37,206,439,998. Nilai ini merupakan akumulasi dari pemberitaan di televisi, media online, dan media cetak. Sebagian besar pemberitaan tersebut menempatkan GT World Challenge Asia dan Sirkuit Mandalika sebagai topik utama.

Media Value
Media Coverage dan Media Value

Ketiga, tayangan live broadcast event perdana GT World Challenge Asia 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit mencapai lebih dari 1,2 juta penayangan dan 15,2 juta impressions di platform YouTube (TheMandalikaGP, GTWorld, Kompas TV) selama akhir pekan balapan (9–16 Mei 2025), dan terus bertambah seiring masyarakat ingin mengetahui lebih jauh soal apa itu GT World Challenge Asia, dan ingin menonton tayangan ulangnya di Youtube. Selain itu, pada kanal Youtube Video on Demand (VOD) mencapai angka 91.600 views dan 1,3 juta impressions. Hal ini mengindikasikan bahwa event ini memiliki dampak impresi yang luas bagi pemirsa Youtube.
 

Media
Social Media dan Youtube Coverage

Keempat, adanya distribusi siaran event GT World Challenge Asia 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit melalui platform China (Huya, WeChat, Weibo, Douyin, dll) efektif memperluas jangkauan internasional 3,1 juta views. Secara keseluruhan menghasilkan 4,4 juta views, 16,5 juta impressions, serta akumulasi 188.900 jam waktu tonton, yang menunjukkan tingginya tingkat konsumsi konten dan daya tarik global terhadap event ini. Hal ini memberikan potensi The Mandalika semakin dikenal di dunia internasional.

Kelima, dari sisi penyerapan tenaga kerja, event ini telah menyerap tenaga kerja sebanyak 500 putra dan putri lokal NTB tyang erlibat dalam program volunteer, yang terdiri dari berbagai peran strategis meliputi marshal, media center, CSWM, security, user dan hospitality, serta runner, yang secara keseluruhan berkontribusi dalam mendukung kelancaran operasional event. Tentu hal ini memberikan sinyal positif bagi dampak ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lokal.
 

Marshal
Event GT World Challenge Asia menyerap tenaga kerja putra dan putri daerah Nusa Tenggara Barat yang bertugas sebagai marshal, media center, CSWM, security, user dan hospitality, serta runner, yang secara keseluruhan berkontribusi dalam mendukung kelancaran operasional event.

Keenam, sektor kuliner, perhotelan, homestay, penginapan, pariwisata, dan transportasi mendapatkan dampak positif dari sisi tingkat hunian, tamu, pengunjung, penyewa kendaraan baik mobil dan motor, restaurant meningkat pengunjungnya, kuliner baik melalui UMKM maupun pedagang asongan juga mendapatkan dampak peningkatan penjualan karena event GT World Challenge Asia di Pertamina Mandalika International Circuit.

UMKM
GT World Challenge Asia 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat membuka kesempatan UMKM menggelar produknya seperti makanan dan minuman selama event berlangsung.

Ketujuh, pada musim 2026 ini jumlah peserta event GT World Challenge Asia terdiri, 23 mobil balap, 46 pembalap dari 17 negara China, Jepang, Indonesia, Hong Kong, Malaysia, Thailand, Taiwan, Australia, Selandia Baru, Prancis, Belanda, Belgia, Finlandia, Italia, Amerika Serikat, Denmark, dan Kanada. Hal ini akan mendongkrak country branding Indonesia di mata dunia. Indonesia sejajar dengan negara-negara lain dalam penyelenggaraan event motorsport roda empat level dunia. Pembalap dari berbagai negara tersebut memberikan andil dalam mempromosikan The Mandalika ke negaranya, baik melalui sosial media maupun dari cerita yang mereka sampaikan. Sehingga mendatangkan postensi kunjugan wisata ke Indonesia dan Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Line up
Deretan pembalap GT World Challenge Asia 2025 dari area pitlane bersiap memasuki lintasan Pertamina Mandalika International Circuit, Minggu (11/5/2025).


Apresiasi SRO Motorsport

General Manager SRO Motorsports Asia, Benjamin Franassovici, di sela-sela putaran pembuka di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (5/4/2026) menegaskan bahwa Mandalika telah meninggalkan kesan kuat sejak penyelenggaraan sebelumnya. Ia menyebut pengalaman balapan tahun lalu sebagai sesuatu yang “luar biasa” dan menjadi alasan utama kembalinya GT World Challenge Asia ke Indonesia. Antusiasme ini tidak lepas dari kualitas lintasan Pertamina Mandalika International Circuit yang unik yakni menggabungkan karakter sirkuit balap dengan panorama alam khas pesisir pantai tropis.

Ben
General Manager SRO Motorsports Asia, Benjamin Franassovici, di sela-sela putaran pembuka di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (5/4/2026) menegaskan bahwa Mandalika telah meninggalkan kesan kuat sejak penyelenggaraan perdana tahun lalu.

Franassovici juga menyoroti kekuatan utama dari GT World Challenge Asia, yakni keberagaman merek dan pembalap yang terlibat. Ajang ini menghadirkan pabrikan ternama dunia seperti Ferrari, Lamborghini, Audi, Mercedes-Benz, hingga Porsche. Kehadiran brand-brand global ini bukan hanya meningkatkan prestise ajang, tetapi juga memperkuat daya tarik Mandalika sebagai destinasi motorsport internasional.

Ben
General Manager SRO Motorsports Asia, Benjamin Franassovici bersama Direktur Operasional ITDC, Troy Reza Warokka saat doa bersama dan potong tumpeng jelang GT World Challenge Asia 2025 di Pertamina Mandlika International Circuit, Kamis (8/5/2025).

Selain itu, komposisi pembalap yang berasal dari berbagai belahan dunia dari Asia, Eropa, Amerika, hingga Australia menjadikan kompetisi semakin kompetitif dan menarik. Pertarungan di lintasan bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga strategi tim, konsistensi pembalap, serta adaptasi terhadap karakter sirkuit yang menantang. Inilah yang membuat GT World Challenge Asia memiliki nilai lebih dibanding sekadar balapan regional biasa.

Hadirkan “Gentleman Driver”

Priandhi Satria (Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association) mengungkapkan alasan paling mendalam di balik kehadiran ajang ini di Pertamina Mandalika International Circuit. Ia mengungkapkan bahwa GT World Challenge Asia memiliki karakter unik karena melibatkan banyak “gentleman driver” yakni pembalap non-profesional yang juga merupakan pelaku bisnis di berbagai sektor strategis.

“Para gentleman driver ini berasal dari latar belakang bisnis yang beragam, mulai dari perdagangan, jasa, industri perhotelan, hingga hiburan. Kehadiran mereka di Mandalika membuka peluang besar yang melampaui dunia balap. MGPA melihat ini sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan potensi The Mandalika dan Indonesia secara langsung kepada para pengambil keputusan di dunia bisnis internasional,” jelas Priandhi Satria.

Priandhi Satria
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria (tengah) saat jumpa pers dengan wartawan di Pertamina Mandalika International Circuit jelang berlangsungnya event GT World Challenge Asia 2025.

Priandhi Satria menjelaskan, “Dampak positifnya, dengan mengikuti balapan di Pertamina Mandalika International Circuit, para pembalap sekaligus pengusaha ini tidak hanya merasakan sensasi lintasan, tetapi juga menikmati keindahan alam Lombok serta peluang ekonomi yang ada. Harapannya, pengalaman tersebut dapat mendorong mereka untuk kembali sebagai wisatawan, bahkan lebih jauh lagi sebagai investor.”

Strategi ini terbukti mulai membuahkan hasil. Priandhi Satria mengungkapkan, “Dari penyelenggaraan tahun sebelumnya, sudah ada tim balap yang merealisasikan investasi di The Mandalika. Hal ini menunjukkan bahwa ajang motorsport dapat menjadi katalis nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah, tidak hanya melalui sektor pariwisata, tetapi juga melalui investasi langsung.”

Dengan demikian, penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 di Pertamina Mandalika Intrenational Circuit memiliki multi-dampak yang signifikan. Di satu sisi, ajang ini memperkuat posisi The Mandalika sebagai destinasi motorsport kelas dunia. Di sisi lain, event ini menjadi alat promosi efektif untuk menarik wisatawan berkualitas tinggi serta investor potensial.

Lebih jauh lagi, integrasi antara olahraga, pariwisata, dan investasi ini sejalan dengan visi pengembangan kawasan The Mandalika sebagai destinasi super prioritas Indonesia. GT World Challenge Asia bukan hanya tentang siapa yang berdiri di podium tertinggi, tetapi juga tentang bagaimana sebuah event internasional dapat menggerakkan roda ekonomi, memperluas jaringan global, dan memperkuat citra Indonesia di mata dunia. (MGPA)

Share
img-single

ARRIVE AND DRIVE

Ready to feel the adrenaline?Take on the track with Agya GR Arrive & Drive at Pertamina Mandalika International Circuit!Whether you want to take the wheel yourself or sit back and enjoy the ride, we've got you covered with our Toyota Agya GR Taxi Ride and Arrive & Drive programs.

img-tmb-1

ARRIVE AND DRIVE

img-tmb-2

MANDALIKA TRACK EXPERIENCE

img-tmb-3

MANDALIKA RACING EXPERIENCE (RADICAL)

img-tmb-4

MANDALIKA ARRIVE AND DRIVE (+TAXI RIDE)

img-tmb-5

LAMPAQ DI CIRCUIT

img-tmb-6

MANDALIKA TRACK DAY (4 WHEELS)

img-tmb-7

MANDALIKA TRACK DAY ( 2 WHEELS)

Related News
img-event-right-1

GT WORLD CHALLENGE ASIA

GT WORLD CHALLENGE ASIA

BUY NOW
img-event-right-3

JDM Fun Day

JDM (Japan Domestic Market) Fun Day is the biggest Japanese Car Community meet up in Indonesia. Followed by 85 high-performance JDM cars, this event initiated by the JDM community is conducted in a Time Attack format. JDM Funday Time Attack is divided into 3 classes according to car specifications: standard, street, and race. Racers from various backgrounds, including non-experienced drivers, experienced drivers, and professionals, have the opportunity to compete.

BOOK NOW
footer-bg