July, 22 2026

Category: R 2 MOTOSPORT

Wawancara Eksklusif Mario Aji dan Veda Pratama: Siap Tampil Maksimal di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

The Mandalika, 22 Juli 2026 – Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama menjalani latihan di Pertamina Mandalika International Circuit sebagai persiapan menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Dalam sesi wawancara eksklusif bersama MGPA pada Rabu (22/7/2026), keduanya membahas fokus latihan, tantangan sirkuit, target musim, hingga playlist musik favorit.

Masa jeda musim panas (summer break) Kejuaraan Dunia MotoGP 2026 dimanfaatkan secara maksimal oleh dua pembalap kebanggaan Indonesia, Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama. Setelah menyelesaikan rangkaian Homecoming Tour Local Heroes Indonesia di Jakarta, Bali, dan Yogyakarta, keduanya langsung kembali ke lintasan dengan menjalani sesi latihan hari kedua di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok pada Rabu (22/7/2026).

Latihan
Direktur Utama MGPA, Ananda Mikola, menyaksikan langsung sesi latihan hari kedua Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama di Pertamina Mandalika International Circuit pada Rabu (22/7/2026).

Sesi latihan hari kedua yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WITA tersebut menjadi bagian penting dari persiapan menghadapi Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan digelar pada 9–11 Oktober 2026. Di sela-sela latihan, Mario Aji dan Veda Ega berbagi cerita dalam wawancara eksklusif mengenai fokus latihan, tantangan membalap di Mandalika, hingga target mereka menghadapi balapan kandang di hadapan publik Indonesia.

Mario
Mario Suryo Aji menaklukkan tikungan di Pertamina Mandalika International Circuit pada sesi latihan hari kedua, Rabu (22/7/2026).

Bagi Mario Aji, latihan kali ini bukan sekadar kembali mengaspal di Mandalika, melainkan kesempatan untuk membangun kembali insting balap di sirkuit yang memiliki karakter berbeda dengan lintasan-lintasan yang telah dilaluinya sepanjang musim Moto2.

"Fokus latihan kali ini mencari kilometer di sirkuit. Motor yang kami pakai sekarang jauh berbeda dengan motor balap Moto2, jadi kami lebih banyak mencari racing line dan mengembalikan feeling di lintasan," ujar Mario.

Hal senada diungkapkan Veda Ega Pratama. Pembalap muda yang sedang menjalani musim debutnya di Moto3 World Championship itu mengaku menikmati setiap putaran yang dijalani di Mandalika setelah cukup lama tidak kembali ke sirkuit tersebut.

Veda
Veda Ega Pratama keluar dari paddock menuju lintasan Pertamina Mandalika International Circuit pada sesi latihan hari kedua, Rabu (22/7/2026).

"Target saya sebanyak-banyaknya berputar. Sudah lama juga tidak riding di Mandalika, jadi rasanya senang sekali bisa kembali latihan di sini. Saya benar-benar menikmati sesi latihan hari ini," kata Veda.

Meski sama-sama mengenal karakter Pertamina Mandalika International Circuit, keduanya sepakat bahwa lintasan kebanggaan Indonesia itu tetap memiliki tantangan tersendiri, terutama faktor angin yang kerap berubah arah dan dapat memengaruhi performa motor.

Menurut Veda, angin menjadi tantangan utama bagi pembalap Moto3 karena karakter motornya yang lebih ringan dan balapan yang umumnya berlangsung dalam rombongan besar.

Veda
Veda Ega Pratama bermanuver menaklukkan tikungan Pertamina Mandalika International Circuit pada sesi latihan hari kedua, Rabu (22/7/2026).

"Sirkuit Mandalika dekat dengan laut, jadi anginnya cukup kencang. Hari ini juga terasa cukup besar. Di Moto3 nanti balapan biasanya berlangsung dalam grup besar, jadi itu akan menjadi salah satu tantangan utama," jelas Veda.

Mario memiliki pandangan serupa. Baginya, selain arah angin yang sulit diprediksi, pengelolaan ban akan menjadi faktor yang sangat menentukan ketika Pertamina Grand Prix of Indonesia digelar pada bulan Oktober.

"Angin di Mandalika arahnya tidak bisa diprediksi dan hampir semua pembalap menghadapi kondisi itu. Selain itu, tire management akan sangat penting di Moto2 karena jarak balapan cukup panjang. Bulan Oktober nanti kemungkinan cuacanya juga akan lebih panas," ujar Mario.

Kembalinya mereka ke Mandalika juga membangkitkan kembali memori yang telah terbentuk selama bertahun-tahun berlatih dan membalap di sirkuit tersebut. Meski sudah cukup lama tidak mengaspal di sana, keduanya mengaku tidak membutuhkan waktu lama untuk kembali menemukan ritme.

"Rasanya fun dan sangat enjoy. Kami sudah beberapa kali balapan maupun latihan di sini, jadi saat kembali rasanya tidak lupa. Muscle memory tentang Mandalika masih ada," ungkap keduanya.

Veda
Veda Ega Pratama menyatakan tantangan di Pertamina Mandalika International Circuit adalah sirkuit ini dekat dengan laut, jadi anginnya cukup kencang. Hari ini Rabu (22/7/2026) menurut Veda juga terasa cukup besar tekanan dan hempasan anginnya. Di Moto3, balapan biasanya berlangsung dalam grup besar, jadi itu akan menjadi salah satu tantangan utama.

Musim 2026 juga memberikan pelajaran berharga bagi kedua pembalap. Mario menyebut musim ini mengajarkannya untuk terus bertahan menghadapi berbagai tantangan di Moto2, sementara Veda banyak belajar karena baru menjalani tahun pertamanya di ajang Moto3 World Championship.

"Saya belajar untuk survive," kata Mario singkat.

"Saya banyak belajar karena ini tahun pertama saya," timpal Veda.

Sebagai dua pembalap Indonesia yang kini tampil di level Kejuaraan Dunia, Mario dan Veda juga memberikan pesan bagi generasi muda yang bercita-cita mengikuti jejak mereka.

"Semangat," ujar Veda.

"Pantang menyerah," tambah Mario.

Menghadapi sisa musim 2026, keduanya memasang target realistis. Veda ingin tampil lebih konsisten sekaligus terus belajar sepanjang musim debutnya, sedangkan Mario bertekad memaksimalkan pengalaman yang telah dimiliki untuk meraih hasil yang lebih baik dibanding musim-musim sebelumnya.

"Semoga bisa konsisten, meraih hasil maksimal di setiap balapan dan terus belajar. Tahun depan saya ingin lebih baik lagi," kata Veda.

"Target saya selalu menjadi lebih baik di setiap balapan, mengambil pelajaran dari setiap pengalaman, dan tahun ini ingin meraih hasil yang lebih maksimal," ujar Mario.

Playlist Musik

Di balik kesibukan menjalani kompetisi dunia, Mario Aji dan Veda Ega Pratama juga memiliki cara masing-masing untuk menikmati waktu luang dan menjaga suasana hati. Musik menjadi salah satu teman perjalanan mereka, baik saat berada di pesawat, dalam perjalanan menuju sirkuit, maupun ketika bersantai di sela-sela aktivitas balap.

Veda mengungkapkan dirinya menyukai musik dengan nuansa yang beragam. Lagu "Use Somebody" dari Kings of Leon dan "Heaven" dari Bryan Adams menjadi dua lagu favoritnya. Selain itu, ia juga gemar mendengarkan lagu-lagu dari grup musik Yowis Ben, yang menurutnya selalu menemani berbagai aktivitas di luar lintasan.

Play list
Sesi wawancara eksklusif Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji di sela-sela latihan hari kedua di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat pada Rabu (22/7/2026).

"Lagu-lagu dari Yowis Ben biasanya saya dengarkan sebelum tidur, saat packing barang, di pesawat, atau ketika perjalanan naik mobil," ujar Veda. Ia mengaku sebelum balapan justru lebih jarang mendengarkan musik dan lebih memilih menikmati suasana menjelang race dengan caranya sendiri.

Sementara itu, selera musik Mario Aji cukup beragam. Pembalap Moto2 tersebut menyebut "Way Down We Go" dari KALEO, "505" milik Arctic Monkeys, serta lagu-lagu Denny Caknan sebagai playlist favoritnya. Menurut Mario, ia menyukai lagu-lagu tersebut karena beat dan melodinya yang mampu menciptakan suasana nyaman.

"Kalau dangdut ya tidak selalu, tapi kombinasi saja. Saya suka lagu-lagu Denny Caknan karena saya memang asli Jawa Timur," kata Mario sambil tersenyum.

Dukung Mario dan Veda

Menutup sesi wawancara, Mario Aji dan Veda Ega mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memberikan dukungan langsung pada balapan kandang mereka di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

"Jangan lupa dukung kami di Pertamina Grand Prix of Indonesia tanggal 9 – 11 Oktober 2026, dan jangan lupa beli tiketnya di themandalikagp.com," ajak keduanya secara kompak sebelum menutup dengan seruan, "Indonesia Mendunia!"

Latihan di Pertamina Mandalika International Circuit menjadi momentum penting bagi kedua Local Heroes Indonesia untuk kembali membangun kepercayaan diri setelah rangkaian Homecoming Tour. Dengan waktu sekitar tiga bulan menuju balapan kandang, Mario Aji dan Veda Ega berharap setiap putaran latihan yang mereka jalani di Mandalika dapat menjadi bekal untuk menghadirkan penampilan terbaik sekaligus mengharumkan nama Indonesia di panggung balap motor dunia. (MGPA)

Share
img-single

ARRIVE AND DRIVE

Ready to feel the adrenaline?Take on the track with Agya GR Arrive & Drive at Pertamina Mandalika International Circuit!Whether you want to take the wheel yourself or sit back and enjoy the ride, we've got you covered with our Toyota Agya GR Taxi Ride and Arrive & Drive programs.

img-tmb-1

ARRIVE AND DRIVE

img-tmb-2

MANDALIKA TRACK EXPERIENCE

img-tmb-3

MANDALIKA RACING EXPERIENCE (RADICAL)

img-tmb-4

MANDALIKA ARRIVE AND DRIVE (+TAXI RIDE)

img-tmb-5

LAMPAQ AT CIRCUIT

img-tmb-6

MANDALIKA TRACK DAY (4 WHEELS)

img-tmb-7

MANDALIKA TRACK DAY ( 2 WHEELS)

Related News
img-event-right-1

GT WORLD CHALLENGE ASIA

GT WORLD CHALLENGE ASIA

BUY NOW
img-event-right-3

JDM Fun Day

JDM (Japan Domestic Market) Fun Day is the biggest Japanese Car Community meet up in Indonesia. Followed by 85 high-performance JDM cars, this event initiated by the JDM community is conducted in a Time Attack format. JDM Funday Time Attack is divided into 3 classes according to car specifications: standard, street, and race. Racers from various backgrounds, including non-experienced drivers, experienced drivers, and professionals, have the opportunity to compete.

BOOK NOW
footer-bg