September, 08 2026
Category: R 2 MOTOSPORT
The Mandalika, 8 September 2026 — Deru mesin Ducati Panigale V4 S meraung dan menggema Pertamina Mandalika International Circuit pada 5–6 September 2026. Selama dua hari, pelanggan Ducati dari berbagai negara mendapat kesempatan merasakan langsung performa motor sport Ducati sekaligus meningkatkan kemampuan berkendara melalui program Ducati Riding Experience (DRE).
Sebanyak 12 instruktur DRE memberikan coaching kepada 60 peserta pada setiap sesi yang terbagi dalam beberapa level, dari pemula hingga rider berpengalaman. Program ini tidak semata mengejar kecepatan, tetapi menempatkan teknik dan keselamatan sebagai bagian penting dari pengalaman berkendara di sirkuit.
Chief Instructor sekaligus Technical Director DRE, Dario Marchetti, menilai Mandalika merupakan tempat yang tepat untuk menggelar program tersebut. Dengan pengalaman berkompetisi di berbagai kategori, mulai GP 125 GP, GP 250, GP 500 hingga Superbike, Dario melihat Mandalika sebagai sirkuit yang sekaligus aman dan teknis.
“Kami berada di Mandalika selama dua hari dengan banyak klien dari seluruh dunia yang menikmati Panigale V4 S 7G terbaru. Menurut saya, ini salah satu sirkuit balap terindah di dunia. Sangat aman dan sangat teknis,” ujar Dario.
Karakter lintasan menjadi salah satu alasan Dario menyukai Mandalika. Ia menikmati bagian cepat dengan rangkaian tikungan kanan serta tikungan yang mengarah ke Turn 10. Area “bananas” menjelang pintu masuk pit juga menjadi salah satu bagian favoritnya karena menuntut keberanian membuka gas sekaligus kemampuan pengereman yang presisi.
Bagi Dario, karakter tersebut membuat Mandalika dapat mengakomodasi peserta dengan kemampuan yang berbeda. DRE memiliki lima level, empat di antaranya merupakan kelas dasar di lintasan dan satu format one-to-one. Pesertanya mulai dari pemula hingga rider profesional yang ingin mengembangkan kemampuan.
Dalam program tersebut, peserta juga mendapat kesempatan belajar dari instruktur berpengalaman, termasuk Michael Ruben Rinaldi, Davide Stirpe, dan Matteo Ciprietti. Kehadiran para rider berpengalaman itu memberikan tambahan perspektif bagi peserta dalam memahami teknik berkendara.
Doni Tata: Riding dan Safety Experience
Perspektif teknis tersebut diterapkan langsung di lintasan oleh Doni Tata Pradita, salah satu instruktur asal Indonesia. Doni menjelaskan DRE merupakan program Ducati Asia Pacific yang mempertemukan pelanggan Ducati dari berbagai negara. Pada penyelenggaraan di Mandalika, sekitar 60 peserta mengikuti kegiatan setiap hari dengan pembagian kelas sesuai pengalaman berkendara.
Peserta yang baru pertama kali mencoba sirkuit masuk kelas Intro. Mereka yang sudah memiliki pengalaman dapat mengikuti Warm Up dan Evo, sedangkan rider berpengalaman atau yang terbiasa mengikuti track day berada di kelas Master. Untuk pelanggan VIP tersedia format one-to-one bersama chief instructor.
Sebagai instruktur Warm Up, Doni membawa lima peserta dalam setiap sesi. Fokus coaching diarahkan pada tiga aspek utama: racing line, braking point, dan riding body position.
Peserta terlebih dahulu mempelajari posisi tubuh melalui simulator training sebelum masuk lintasan. Mereka berlatih posisi tubuh ketika berada di trek lurus, saat pengereman, hingga ketika melakukan cornering ke kanan dan kiri.
“Cara meng-handle Panigale V4 S di Mandalika, biar aman dan safety tentunya. Kita di sini cari experience,” kata Doni. Karena itu, keselamatan menjadi batas utama dalam coaching. Doni tidak ingin peserta langsung memaksakan kecepatan sebelum memahami lintasan dan teknik dasar.
“Yang paling utama ditekankan di sini safety. Kita datang ke sini untuk experience, mau senang-senang, pulang bisa bekerja lagi,” ujarnya.
Progress dan Improve
Pendekatan tersebut menghasilkan perkembangan yang dapat dilihat dari catatan waktu peserta. Doni mencatat salah satu kelompok yang ia latih memulai sesi pertama dengan waktu sekitar 2 menit 35 detik. Pada sesi kedua, catatan waktu meningkat menjadi sekitar 2 menit 20 detik, sebelum akhirnya mencapai kisaran 2 menit 5–6 detik pada sesi kelima.
Kelompok peserta yang memiliki pengalaman track day lebih tinggi juga menunjukkan perkembangan. Peserta dari Australia dan Filipina yang memulai sekitar 2 menit 10 detik mampu mencapai 1 menit 58 detik pada sesi terakhir.
Bagi Doni, perkembangan tersebut lebih penting daripada sekadar mengejar angka tercepat. Instruktur justru harus menjaga ritme agar peserta dapat berkembang tanpa mengambil risiko yang tidak diperlukan.
Doni sendiri mencatat waktu sekitar 1 menit 49–50 detik. Michael Ruben Rinaldi berada di kisaran 1 menit 45–46 detik, sementara Dario sekitar 1 menit 47–48 detik. Doni mengaku masih dapat melaju lebih cepat, tetapi sengaja memberikan batas karena tugas instruktur bukan balapan. “Untuk instruktur nggak harus mengejar waktu tercepat. yang penting adalah safety,” tegasnya.
Membaca Karakter Sirkuit Mandalika
Bagi peserta yang baru pertama kali mengendarai Mandalika, tantangan terbesar muncul pada sejumlah tikungan dengan karakter blind corner dan perubahan elevasi.
Doni menyebut tikungan 7-8 di sektor ke-2, serta Turn 13 dan Turn 15-16 di sektor ke-3, sebagai beberapa bagian yang cukup sulit. Peserta yang belum hafal lintasan masih sering keliru menentukan racing line, terutama di bagian yang membutuhkan perubahan arah dan posisi motor secara presisi.
Turn 13, misalnya, mengharuskan rider berada di sisi kanan untuk mendapatkan racing line yang tepat menuju tikungan kiri. Kesalahan membaca posisi tersebut dapat membuat peserta kehilangan jalur ideal. “Kalau di layout-nya sepertinya gampang, tapi begitu di trek rata-rata sesi 1, sesi 2 dia masih bingung, masih belum hafal lintasannya,” kata Doni.
Di sinilah instruktur berperan sebagai pemandu sekaligus pemberi koreksi. Peserta tidak hanya mengikuti motor di depan, tetapi juga belajar memahami mengapa sebuah racing line dipilih dan bagaimana teknik tersebut diterapkan.
Panigale V4 S sebagai Media Belajar
Seluruh peserta kelas reguler menggunakan Ducati Panigale V4 S 7G. Sementara peserta one-to-one menggunakan tipe motor sama namun mendapatkan fasilitas berbeda, termasuk ban slick dan paddock tersendiri yang memberikan pengalaman lebih dekat dengan lingkungan balap profesional.
Di Sirkuit Mandalika, Panigale V4 S mampu mencapai kecepatan sekitar 265 kilometer per jam. Di Buriram, Thailand, motor yang sama dapat mendekati 285–290 kilometer per jam karena karakter trek lurus yang lebih panjang. Performa tersebut menjadi alasan mengapa teknik dan kontrol menjadi bagian penting dari DRE. Peserta harus memahami bagaimana mengelola tenaga motor sekaligus membaca lintasan.
Bagi Dario, manfaat tersebut tidak berhenti di sirkuit. Ia menilai teknik yang dipelajari selama DRE dapat membantu peserta menjadi pengendara yang lebih aman ketika kembali berkendara di jalan. “Semua yang mereka pelajari kemarin dan hari ini membantu untuk berkendara lebih aman di jalan. Mereka bersenang-senang, meningkatkan kemampuan berkendara, dan bisa lebih aman ketika kembali ke rumah,” kata Dario.
Keunggulan Mandalika
Dario juga melihat keunggulan Mandalika dari sisi lokasinya. Ia memiliki pengalaman panjang dengan Indonesia setelah pernah balapan di Sentul dan Jakarta. Kehadiran DRE di Mandalika, menurut Dario, memberikan pengalaman yang lebih lengkap bagi pelanggan Ducati. Mereka dapat menghabiskan waktu di lintasan pada siang hari dan menikmati Lombok sebagai destinasi wisata setelah aktivitas berkendara selesai.
Ia menyebut Lombok memiliki hotel dan pantai yang menarik bagi peserta yang ingin melanjutkan pengalaman mereka di luar sirkuit.
Bagi peserta, pengalaman DRE di Mandalika kemudian memiliki cerita yang lebih personal. Yaren, salah satu peserta dan konten kreator, menyatakan untuk pertama kalinya datang ke Indonesia dan Mandalika. Kesempatan tersebut terasa istimewa karena ia telah membangun akun Instagram-nya selama hampir 10 tahun dengan kecintaannya terhadap Ducati Panigale.
Bagi Yaren, undangan Ducati untuk mengikuti DRE di Mandalika menjadi kesempatan untuk belajar sekaligus meningkatkan kemampuan berkendara. “Saya sangat menghargai undangan dari Ducati. Bagi saya, berada di sini adalah sesuatu yang spesial karena saya memulai akun Instagram ini hampir 10 tahun lalu,” ujar Yaren.
Ia mengaku terkesan dengan kesempatan belajar dari para coach dan instruktur DRE. Kehadiran Ducati Panigale yang digunakan dalam program tersebut juga menjadi bagian penting dari pengalaman.
“Bagi saya, ini adalah sebuah mimpi untuk berada di sini karena Anda bisa belajar banyak dan meningkatkan kemampuan,” katanya. Ia menyebut para coach, instruktur, dan motor Ducati Panigale sebagai bagian yang membuat pengalaman tersebut begitu istimewa.
Namun, bukan hanya lintasan dan motor yang meninggalkan kesan. Yaren juga mengapresiasi keramahan masyarakat Indonesia selama berada di Mandalika. “Saya sangat menyukai keramahan orang-orang di sini. Semua orang sangat ramah dan sangat membantu,” ujarnya. Kesan tersebut membuatnya ingin kembali ke Mandalika. “Saya tidak sabar untuk berada di sini lagi lain kali. Bagi saya, ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan,” kata Yaren.
Dua hari Ducati Riding Experience di Pertamina Mandalika International Circuit akhirnya memperlihatkan bahwa pengalaman berkendara di sirkuit tidak semata tentang seberapa cepat sebuah motor dapat melaju. Di balik suara mesin Panigale V4 S dan kecepatan di lintasan, terdapat proses belajar membaca racing line, menentukan braking point, mengatur posisi tubuh, memahami karakter sirkuit, serta mengenali batas kemampuan diri.
Bagi 12 instruktur DRE, tugas utama bukan membawa peserta menjadi pembalap dalam dua hari, melainkan membantu mereka menjadi rider yang lebih terampil dan lebih sadar keselamatan. Sementara bagi peserta, Mandalika memberikan pengalaman yang jauh lebih personal, sebuah kesempatan untuk belajar, merasakan langsung Ducati Panigale, menikmati keramahan Indonesia, dan akhirnya mewujudkan mimpi menjadi kenyataan. Kehadiran puluhan rider dan instruktur dari mancanegara tentu memberikan dampak ekonomi dan pariwisata secara jangka panjang dan berkelanjutan di kawasan The Mandalika. (MGPA)
ARRIVE AND DRIVE
Ready to feel the adrenaline?Take on the track with Agya GR Arrive & Drive at Pertamina Mandalika International Circuit!Whether you want to take the wheel yourself or sit back and enjoy the ride, we've got you covered with our Toyota Agya GR Taxi Ride and Arrive & Drive programs.
JDM Fun Day
JDM (Japan Domestic Market) Fun Day is the biggest Japanese Car Community meet up in Indonesia. Followed by 85 high-performance JDM cars, this event initiated by the JDM community is conducted in a Time Attack format. JDM Funday Time Attack is divided into 3 classes according to car specifications: standard, street, and race. Racers from various backgrounds, including non-experienced drivers, experienced drivers, and professionals, have the opportunity to compete.
BOOK NOW