August, 29 2025
Category: R 2 MOTOSPORT
The Mandalika, 29 Agustus 2025 — Kejuaraan balap motor bergengsi Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2025 tengah memasuki babak penting setelah putaran di Motegi, Jepang.
Klasemen sementara menunjukkan sebuah pencapaian membanggakan: tiga pembalap Indonesia berhasil memimpin klasemen pada tiga kelas utama, yakni Underbone 150cc, Asia Production 250cc (AP250), dan Supersport 600cc (SS600). Keberhasilan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama di arena balap motor Asia.
Husni Zainul Faudzy Pimpin Underbone 150cc
Di kelas Underbone 150cc, yang dikenal dengan persaingan ketat dan penuh kejutan, nama Husni Zainul Faudzy (Indonesia) dari tim 2LEAR LFH HP969 MCR RBT 34 berhasil mengoleksi 138 poin. Catatan impresif ini diraih melalui konsistensi finis di barisan depan sejak putaran pertama. Ia unggul cukup jauh dari pesaing terdekatnya, Fahmi Basam (Indonesia) yang berada di posisi kedua dengan 88 poin.
Persaingan di kelas ini tidak hanya melibatkan pembalap Indonesia, tetapi juga diikuti oleh talenta-talenta dari Malaysia, Thailand, Filipina, hingga Vietnam. Namun, ketangguhan Husni membuatnya kokoh di puncak klasemen.
Fadillah Arbi Aditama Kuasai Asia Production 250cc
Kejutan besar hadir di kelas Asia Production 250cc (AP250). Fadillah Arbi Aditama, pembalap muda Indonesia yang membela Astra Honda Racing Team, tampil gemilang dan kini memimpin klasemen dengan 104 poin. Arbi unggul dari Kritchapart Keankum (Thailand) yang mengoleksi 83 poin, serta Mohammad Muhribul Yildon (Indonesia) di posisi ketiga dengan 77 poin.
AP250 merupakan salah satu kelas paling populer di ARRC karena menjadi ajang pembibitan talenta muda Asia. Tahun ini, para pembalap berasal dari berbagai negara, di antaranya Indonesia, Thailand, Malaysia, Jepang, India, Vietnam, hingga Filipina. Fakta bahwa Arbi mampu memimpin klasemen menunjukkan kualitas luar biasa yang ia miliki sebagai salah satu harapan baru balap Indonesia.
Mohammad Adenanta Putra Unggul di Supersport 600cc
Sementara itu, di kelas Supersport 600cc, yang disebut-sebut sebagai kelas “pintu gerbang” menuju ajang balap dunia, Mohammad Adenanta Putra dari Astra Honda Racing Team tampil konsisten dan memimpin klasemen dengan 108 poin.
Adenanta mengungguli Anupab Sarmoon (Thailand) yang berada di posisi kedua dengan 101 poin, serta Kasma Daniel Kasmayudin (Malaysia) di urutan ketiga dengan 79 poin.
Kemenangan dan konsistensi Adenanta di kelas ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. Pasalnya, Supersport 600cc diikuti oleh pembalap-pembalap berpengalaman dari berbagai negara, seperti Thailand, Jepang, Malaysia, Filipina, dan beberapa pembalap asal Jerman, dan Australia.
Asia Superbike 1000cc Masih Dikuasai Jepang
Berbeda dengan tiga kelas di atas, kelas Asia Superbike 1000cc (ASB1000) masih dikuasai pembalap Jepang. Keito Abe dari tim SDG HARC-PRO Honda Philippines menempati posisi puncak dengan 101 poin, diikuti oleh Hafizh Syahrin Abdullah (Malaysia) dengan 92 poin. Hafizh Syahrin adalah mantan pembalap Moto2 (Petronas Raceline Malaysia) dan MotoGP (Yamaha Tech-3 dan KTM Tech-3). Posisi ketiga ditempati Azroy Hakeem Anuar (Malaysia) di posisi ketiga dengan 91 poin.
Pembalap Indonesia terbaik di kelas ini adalah Andi Farid Izdihar atau dikenal sebagai Andi Gilang, yang kini menempati posisi kesembilan klasemen dengan raihan 32 poin.
Direktur Utama MGPA: Momentum Sejarah Balap Indonesia
Menanggapi pencapaian luar biasa ini, Priandhi Satria, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), menyampaikan apresiasinya. “Dominasi pembalap Indonesia di tiga kelas ARRC 2025 adalah sebuah momentum sejarah. Husni Zainul Faudzy, Fadillah Arbi Aditama, dan Mohammad Adenanta Putra bukan hanya membawa nama bangsa, tetapi juga membuktikan bahwa Indonesia telah menjadi pusat kekuatan baru balap motor di Asia,"papar Priandhi Satria.
"Konsistensi mereka adalah hasil kerja keras pembalap, tim, dan dukungan ekosistem balap nasional. Kami di MGPA bangga sekaligus optimis bahwa prestasi ini akan berlanjut hingga akhir musim,” semangat Andhi Satria sapaan akrabnya di kalangan awak media.
Andhi Satria juga menambahkan bahwa keberhasilan para pembalap ini akan memberikan dampak positif bagi pengembangan talenta muda di Indonesia, serta memperkuat citra Mandalika sebagai salah satu destinasi balap internasional.
Peserta ARRC 2025
ARRC 2025 diikuti oleh ratusan pembalap dari berbagai negara Asia, yang menjadikan kejuaraan ini salah satu kompetisi motorsport paling bergengsi di kawasan. Kehadiran berbagai pembalap dari lintas negara menegaskan bahwa ARRC adalah ajang kompetitif yang mempertemukan talenta terbaik di Asia.
Dengan tiga pembalap Indonesia memimpin klasemen ARRC 2025 pada kelas Underbone 150cc, Asia Production 250cc, dan Supersport 600cc, sejarah baru tengah ditulis dalam dunia balap motor Asia. Harapan besar kini tertuju pada putaran-putaran berikutnya, termasuk yang akan digelar di Pertamina Mandalika International Circuit, di mana para pembalap Indonesia akan tampil di depan pendukung tanah air.
Seperti yang dikatakan Priandhi Satria, capaian ini bukanlah akhir, melainkan awal dari kebangkitan motorsport Indonesia di kancah internasional. (MGPA)
ARRIVE AND DRIVE
Ready to feel the adrenaline?Take on the track with Agya GR Arrive & Drive at Pertamina Mandalika International Circuit!Whether you want to take the wheel yourself or sit back and enjoy the ride, we've got you covered with our Toyota Agya GR Taxi Ride and Arrive & Drive programs.
JDM Fun Day
JDM (Japan Domestic Market) Fun Day is the biggest Japanese Car Community meet up in Indonesia. Followed by 85 high-performance JDM cars, this event initiated by the JDM community is conducted in a Time Attack format. JDM Funday Time Attack is divided into 3 classes according to car specifications: standard, street, and race. Racers from various backgrounds, including non-experienced drivers, experienced drivers, and professionals, have the opportunity to compete.
BOOK NOW