January, 07 2026
Category: NON MOTOSPORT
The Mandalika, 3 Januari 2026 — Kehadiran bus berkapasitas 40 penumpang yang melintas di lintasan Pertamina Mandalika International Circuit sempat memicu beragam respons. Sebagian publik merasa takjub, sebagian lain bertanya-tanya: apakah aman membawa kendaraan seberat sekitar 17 ton ke atas aspal yang setiap tahun dilalui motor-motor MotoGP dengan kecepatan lebih dari 300 km/jam?
Pertanyaan itu wajar. Namun jika dilihat lebih dalam melalui kacamata teknik sipil, fisika, serta praktik motorsport internasional, program resmi Mandalika Experince yang dihadirkan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) ini justru menunjukkan betapa lintasan Mandalika dirancang, dibangun, dan dikelola dengan standar kelas dunia.
Aktivitas bus di lintasan bukan sekadar atraksi, melainkan bagian dari pengalaman sirkuit (circuit experience) yang aman, terukur, dan sudah lazim diterapkan di banyak sirkuit ternama dunia.
Praktik Global Bernama Circuit Safari
Muhammad Awallutfi Andhika Putra selaku Track, Race Electronic, and Motorsport Manager di Pertamina Mandalika International Circuit menjelaskan, “Di dunia balap internasional, membawa bus masuk ke lintasan bukanlah hal yang asing. Pada sejumlah ajang balap bergengsi seperti Super GT di Jepang, terdapat program yang dikenal dengan nama Circuit Safari. Dalam sesi ini, tamu VIP atau penonton khusus diajak berkeliling lintasan menggunakan bus untuk merasakan langsung karakter tikungan, elevasi, dan panjang lintasan sirkuit.”
Dhika sapaan akrab Muhammad Awallutfi Andhika Putra menambahkan, “Menariknya, Circuit Safari kerap dilakukan bersamaan dengan sesi warm-up mobil-mobil balap kelas berat seperti GT500, GT300, hingga Prototype. Artinya, lintasan yang sama secara bersamaan mampu menampung kendaraan balap berperforma ekstrem dan bus penumpang berukuran besar, tanpa mengorbankan keselamatan maupun kualitas aspal. Fakta ini menunjukkan bahwa secara prosedural dan teknis, aktivitas tersebut sudah menjadi standar yang diterima di kancah balap dunia.”
“Apa yang kami lakukan di Sirkuit Mandalika ini sejatinya berada dalam koridor praktik global tersebut. Bukan eksperimen, melainkan adopsi dari standar operasional sirkuit internasional,” ungkap Dhika.
Ketika Standar Dunia, Teknik Sipil, dan Fisika Balap Bertemu
Dhika memaparkan lebih lanjut dari aspek teknik, “Kekuatan lintasan Mandalika tidak lahir dari klaim sepihak. Sejak awal pembangunannya, sirkuit ini dirancang dengan pendekatan teknik sipil yang sangat ketat. Berbagai standar perkerasan jalan kelas dunia dijadikan acuan, mulai dari European Norm (EN), American Society for Testing and Materials (ASTM), American Association of State Highway and Transportation Officials (AASHTO), hingga standar nasional seperti Binamarga dan SNI.”
“Seluruh proses konstruksi berada di bawah pengawasan konsultan sirkuit berpengalaman internasional, dengan penerapan paving methodology yang presisi dan terukur. Hasilnya adalah struktur aspal bertipe flexible pavement berkualitas tinggi, yang dirancang bukan hanya untuk balapan, tetapi juga untuk menahan variasi beban dan suhu ekstrem,” papar Dhika.
Konsultan Pertamina Mandalika International Circuit adalah MRK1 dan Dromo. Dua konsultan ini merupakan konsultan yang berpengalaman melaksanakan konstruksi sirkuit Yas Marina, Buriram, Zaandvort dan lainnya.
Secara teknis, aspal Sirkuit Mandalika mampu:
• Menahan tekanan hingga 150 kg/cm² (15 MPa) pada suhu permukaan lintasan berkisar 25–30 derajat Celsius.
• Tetap kokoh menahan tekanan 100 kg/cm² (10 MPa) bahkan saat suhu permukaan lintasan meningkat hingga 40–60 derajat Celsius, kondisi yang umum terjadi di lintasan balap tropis.
“Angka-angka ini menunjukkan bahwa daya tahan aspal Mandalika berada jauh di atas tekanan yang dihasilkan kendaraan non-balap seperti bus,” jelas Dhika.
Perhitungan Ilmu Fisika
Secara kasat mata, bus memang tampak besar dan berat. Namun dalam ilmu fisika dan teknik perkerasan jalan, yang menjadi faktor utama bukanlah berat total kendaraan, melainkan bagaimana beban tersebut didistribusikan ke permukaan jalan.
Dhika yang memegang lisensi FIM ini menjelaskan secara ilmu fisika, “Bus dengan bobot sekitar 17 ton tidak menekan aspal pada satu titik. Beban itu terbagi melalui enam roda besar, masing-masing dengan area tapak ban (contact patch) yang luas. Prinsip fisikanya sederhana: semakin luas bidang sentuh ban dengan permukaan, semakin kecil tekanan yang diterima aspal.”
“Dengan distribusi tersebut, tekanan riil bus terhadap lintasan Mandalika hanya berada di kisaran 3–4 kg/cm². Angka ini sangat kecil jika dibandingkan dengan kapasitas maksimal aspal Mandalika yang mencapai 150 kg/cm². Bahkan, tekanan bus tersebut tidak sampai 5 persen dari batas kekuatan aspal,” ungkap anggota dewan juri FIM Asia ini.
Dhika menegaskan, “Inilah alasan mengapa secara teknis, lintasan Mandalika tidak mengalami risiko kerusakan hanya karena dilewati bus dalam kecepatan rendah dan durasi terbatas.”
Fisika Balap: Bus vs MotoGP
Fakta menarik muncul ketika tekanan bus dibandingkan dengan tekanan yang dihasilkan motor MotoGP. Meski bobot motor jauh lebih ringan, karakter motor balap modern justru menghasilkan tekanan yang sangat besar pada aspal.
Dhika menjelaskan lebih detil lagi melalui pendekatan ilmu Fisika, “Motor MotoGP dibekali mesin bertorsi buas, sistem traksi elektronik canggih, serta perangkat seperti ride height device yang memungkinkan motor berakselerasi dan mengerem dengan daya cengkeram maksimal. Semua teknologi ini membuat ban MotoGP menggigit aspal dengan sangat kuat untuk mencegah slip.”
Data teknis menunjukkan bahwa tekanan ban MotoGP pada aspal berada di kisaran:
• Sekitar 3,6 kg/cm² (0,35 MPa) saat pengereman maksimal.
• Sekitar 2,7 kg/cm² (0,26 MPa) saat akselerasi maksimal.
“Artinya, tekanan yang diberikan oleh bus yang berjalan santai di lintasan hampir setara dengan tekanan yang dihasilkan motor MotoGP saat beraksi di kondisi ekstrem. Jika aspal Mandalika dirancang aman untuk balapan MotoGP, maka secara logis dan teknis, lintasan tersebut sangat aman untuk dilewati bus,” jelas Dhika.
Protokol Keamanan Berlapis
Selain perhitungan teknik dan fisika, MGPA juga menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat sebagai langkah preventif. Setiap bus yang masuk lintasan wajib melalui inspeksi menyeluruh dengan prinsip zero leakage. Tidak boleh ada setetes pun cairan, baik oli, minyak rem, coolant, maupun bahan bakar yang berpotensi menetes ke aspal.
Dhika menjelaskan, “Lintasan sirkuit menjadi berbahaya bagi pengguna jika terdapat ceceran semua jenis pelumas, oli, dan sejenisnya. Selain berbahaya bagi pengguna, jika terdapat ceceran semua jenis bahan bakar cair seperti bensin, solar, dan minyak tanah, maka berpotensi merusak kualitas aspal. Demikian pula jika di lintasan sirkuit terdapat air yang menggenang berhari-hari diakibatkan banjir, maka akan merusak kualitas aspal, dan berbahaya bagi pengguna.”
Lebih lanjut Dhika menjelaskan, “Selain itu, jika bobot kendaraan yang berlebih yang tidak normal, contoh truk sasis panjang tetapi hanya 1 gardan bukan multiple gardan dengan tekanan roda yang berlebih, sehingga titik tumpu beban hanya di satu gardan tersebut, maka akan merusak kualitas aspal lintasan sirkuit.”
Selain itu, terdapat aturan ketat terkait operasional di lintasan. Bus dilarang berhenti di jalur balap untuk menghindari beban statis dalam waktu lama. Jika diperlukan berhenti, hal tersebut hanya diperbolehkan di area run-off yang memang dirancang untuk menahan beban tambahan tanpa mengganggu racing line.
Seluruh prosedur ini memastikan bahwa pengalaman lintasan tetap aman, bersih, dan tidak mengganggu kualitas aspal maupun standar keselamatan sirkuit.
Mandalika Experience: Bus Mengelilingi Sirkuit Mandalika
Program bus di lintasan Mandalika pada akhirnya bukan sekadar atraksi atau gimmick. Ini adalah bentuk edukasi sekaligus pengalaman, yang menunjukkan kepada publik bahwa Sirkuit Mandalika dibangun dengan perhitungan matang, mengacu pada standar global, dan dikelola secara profesional.
Pengalaman menjelajahi Pertamina Mandalika International Circuit menjadi semakin menarik dan mudah diakses oleh semua kalangan. Melalui program terbaru bertajuk “Mandalika Experience”, para pengunjung kini dapat menikmati sensasi berkeliling lintasan sirkuit berstandar MotoGP menggunakan bus wisata.
Program inovatif ini diinisiasi oleh PT MGPA Nusantara Jaya (Mandalika Grand Prix Association) sebagai bagian dari upaya memperluas pengalaman wisata otomotif di kawasan Mandalika, Nusa Tenggara Barat.
Jika sebelumnya hanya penggemar otomotif tertentu atau peserta kegiatan track day yang bisa merasakan langsung atmosfer di lintasan sirkuit, kini masyarakat umum pun bisa ikut merasakan bagaimana rasanya melintasi jalur legendaris Pertamina Mandalika International Circuit yang menjadi tuan rumah ajang MotoGP Indonesia dan berbagai event balap nasional maupun internasional.
Program Mandalika Experience memungkinkan wisatawan, komunitas, maupun rombongan keluarga untuk menyusuri trek sepanjang 4,31 kilometer dengan kendaraan bus wisata secara aman, nyaman, dan terkontrol.
Setiap bus akan diberi kesempatan melakukan tiga putaran mengelilingi lintasan dengan kecepatan yang telah ditentukan dan berada di bawah pengawasan tim keamanan serta marshal sirkuit.
Tarif Terjangkau untuk Pengalaman Tak Terlupakan
PT MGPA Nusantara Jaya menetapkan tarif yang ramah bagi semua kalangan, disesuaikan dengan jenis bus yang digunakan:
• Micro Bus: Rp 300.000 per sesi
• Mini Bus: Rp 400.000 per sesi
• Big Bus: Rp 500.000 per sesi
Pemesanan atau Booking untuk aktivitas Bus Tour di Sirkuit Mandalika dapat dilakukan melalui nomor WhatsApp (WA) MGPA: 0821-2559-6792
Tarif tersebut berlaku untuk satu sesi keliling lintasan sebanyak tiga putaran penuh, dan peserta dapat menikmati pemandangan menakjubkan dari berbagai sudut sirkuit mulai dari Tikungan 10 (Turn 10) yang menghadap Samudera Hindia, hingga area Grandstand Utama dan pit building yang megah.
Selain keliling lintasan, pengunjung juga dapat membeli tiket Lampaq Experience seharga Rp75.000 per sesi, yang memungkinkan wisatawan menjelajahi area-area publik di sekitar sirkuit sambil berfoto di spot ikonik Mandalika.
Syarat dan Ketentuan yang Ditetapkan
Demi keamanan dan kenyamanan bersama, MGPA memberlakukan sejumlah aturan teknis yang wajib dipatuhi oleh seluruh peserta Mandalika Experience, khususnya untuk bus. Beberapa ketentuan utama antara lain:
1. Bus tidak boleh berhenti di lintasan sirkuit, kecuali di area run-off Tikungan 10 untuk keperluan foto bersama.
2. Sebelum masuk lintasan, bus wajib menjalani proses scrutineering atau pengecekan kelayakan oleh tim sirkuit termasuk kondisi ban, oli, cairan, serta potensi kebocoran yang bisa membahayakan lintasan.
3. Kecepatan bus akan dibatasi dan dikontrol langsung oleh tim keamanan sirkuit agar kegiatan berlangsung aman tanpa mengganggu integritas trek.
4. Seluruh kegiatan dilakukan di bawah pengawasan resmi dari marshal dan petugas MGPA, untuk memastikan keselamatan penumpang serta menjaga kebersihan lintasan.
Dengan aturan ini, pengalaman berkeliling sirkuit tetap terasa seru, namun tetap mengedepankan aspek keselamatan dan profesionalisme.
Priandhi Satria, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku perusahaan yang ditunjuk untuk mengelola Pertamina Mandalika International Circuit oleh Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) menyatakan setiap aktivitas di Sirkuit Mandalika selalu dirancang dengan mengutamakan keselamatan dan kualitas lintasan.
“Kami memahami adanya kekhawatiran dari masyarakat. Namun perlu dipahami bahwa Sirkuit Mandalika dibangun dengan standar internasional dan setiap aktivitas di lintasan sudah melalui kajian teknis yang matang. Program bus di lintasan ini bukan eksperimen, melainkan praktik yang juga dilakukan di banyak sirkuit dunia,” ujar Priandhi Satria.
Priandhi Satria menambahkan bahwa kualitas konstruksi lintasan Mandalika dirancang untuk menghadapi beban dan tekanan yang jauh lebih besar dibandingkan kendaraan non-balap.
“Aspal Mandalika dirancang untuk balapan MotoGP yang tekanannya sangat ekstrem. Jika lintasan ini aman untuk MotoGP, tentu aman juga untuk bus yang melintas dengan kecepatan rendah dan pengawasan ketat. Ditambah lagi, kami menerapkan SOP yang sangat ketat untuk menjaga keselamatan dan integritas lintasan,” pungkas Priandhi Satria. (MGPA)
ARRIVE AND DRIVE
Ready to feel the adrenaline?Take on the track with Agya GR Arrive & Drive at Pertamina Mandalika International Circuit!Whether you want to take the wheel yourself or sit back and enjoy the ride, we've got you covered with our Toyota Agya GR Taxi Ride and Arrive & Drive programs.
JDM Fun Day
JDM (Japan Domestic Market) Fun Day is the biggest Japanese Car Community meet up in Indonesia. Followed by 85 high-performance JDM cars, this event initiated by the JDM community is conducted in a Time Attack format. JDM Funday Time Attack is divided into 3 classes according to car specifications: standard, street, and race. Racers from various backgrounds, including non-experienced drivers, experienced drivers, and professionals, have the opportunity to compete.
BOOK NOW