January, 26 2026
Category: R 4 MOTOSPORT
Enam jam balapan. Bukan waktu yang singkat untuk duduk di balik kemudi mobil balap, menjaga konsentrasi, mengatur ritme, dan memastikan mesin tetap bernyawa hingga garis finis. Namun justru di situlah letak daya tarik balap endurance bagi Fandy Adianto.
Pembalap yang sebelumnya lebih akrab dengan balap sprint ini kini bersiap menantang diri di ajang balap endurance pertama yang digelar di Pertamina Mandalika International Circuit. Sebuah pengalaman baru, sekaligus tantangan yang tak main-main.
“Biasanya kita balap sprint, 12 lap, 30 menit selesai. Kalau endurance enam jam, ceritanya beda banget,” ujar Fandy. Menurutnya, endurance bukan hanya soal kecepatan, tetapi tentang ketahanan, baik mobil maupun pembalapnya. Mesin, transmisi, spare part, hingga stamina pembalap akan diuji dalam satu rangkaian balapan panjang.
Ketertarikan Fandy pada balap endurance juga tak lepas dari eksklusivitasnya. Di Indonesia, balap jenis ini terbilang langka. Sentul sempat menggelarnya, namun belum rutin. Mandalika pun menjadi panggung spesial: sirkuit berstandar internasional yang dinilainya sudah lebih dari layak untuk menghelat balapan berdurasi panjang.
“Kalau di luar negeri ada Le Mans 24 Hours, Nürburgring 24 jam. Harapannya sih ini bisa jadi milestone buat Indonesia. Dari enam jam, siapa tahu ke depan bisa 24 jam,” katanya optimistis.
Dari Sprint ke Endurance
Balap endurance ini juga menjadi pengalaman pertama Fandy di kategori tersebut. Sebelumnya, ia dikenal aktif di OMR Agya dan ITCR 1200. Bahkan, ia mencatatkan sejarah sebagai pembalap pertama yang meraih gelar juara nasional ITCR 1200 seri Mandalika menggunakan Agya Krida.
Sebelum terjun ke balap touring berpenggerak roda depan, Fandy sempat mencicipi berbagai kelas, mulai dari Radical hingga Mercedes di ETCC, mobil-mobil dengan karakter penggerak roda belakang. “Bisa dibilang ini baru tahun pertama saya benar-benar fokus di front wheel drive,” ujarnya.
Meski jam terbang balap mobilnya belum genap dua tahun, Fandy merasa proses belajarnya berjalan cepat, terutama karena lingkungan tim yang mendukung.
Tim Baru, Semangat Baru
Fandy tergabung dalam tim SBB, singkatan dari PT Sukses Berkah Persinar milik Fadli, yang berperan sebagai pemilik tim sekaligus sponsor. Bersama Daffa AB, mereka membentuk tim yang relatif baru, namun sarat semangat belajar dan kolaborasi.
“Mas Fadli ini baru pertama kali balap touring. Jadi nanti kita banyak sharing, coaching, cari cara supaya pace-nya bisa aman dan konsisten,” jelas Fandy. Menurutnya, tantangan terbesar justru bagaimana menyusun strategi sederhana namun efektif agar semua pembalap bisa tampil stabil.
Memilih Agya Arrive and Race
Keputusan menggunakan Toyota Agya dengan skema arrive and race juga bukan tanpa pertimbangan. Fandy mengaku sudah empat kali menggunakan Agya Krida, sehingga cukup memahami karakter mobil tersebut.
“Walaupun arrive and race, Agya ini bisa bersaing. Bahkan mungkin satu-satunya Agya di endurance nanti,” katanya. Di tengah dominasi mobil lain yang mayoritas menggunakan platform berbeda, Agya justru menjadi pembeda.
Keunggulan utama konsep arrive and race, menurut Fandy, adalah kepraktisan. Mobil sudah siap di sirkuit, dukungan teknis lengkap, manajemen ban tersedia, hingga perlengkapan balap pun disiapkan. Pembalap tinggal fokus mengemudi.
Untuk endurance, faktor durability menjadi kunci. “Sprint mungkin mobil pribadi bisa lebih cepat. Tapi endurance itu main strategi dan ketahanan. Mesin yang disiapkan dengan baik justru jadi keunggulan,” ujarnya.
Strategi: Finis dengan Selamat
Soal target, Fandy tak muluk-muluk. Ia menekankan pentingnya strategi realistis dan tidak memaksakan diri. Balap endurance, baginya, bukan soal siapa paling cepat di awal, melainkan siapa yang bisa bertahan sampai akhir.
Ia bahkan mengutip kalimat legendaris Michael Schumacher, “If you want to finish first, first you have to finish.”
Sebuah filosofi sederhana, namun sangat relevan untuk debutnya di balap enam jam Mandalika. Bagi Fandy Adianto dan timnya, balapan ini bukan sekadar soal podium, tetapi tentang proses, pengalaman, dan membangun fondasi kuat untuk langkah-langkah berikutnya di dunia motorsport nasional.
Melalui skema Agya Arrive and Race yang disediakan oleh Mandalika Grand Prix Association (MGPA), pembalap dan tim dapat mengikuti balap endurance tanpa harus menyiapkan kendaraan secara mandiri.
Seluruh unit Toyota Agya telah disiapkan sesuai regulasi balap ketahanan, lengkap dengan dukungan teknis dan operasional di lintasan. Konsep ini memungkinkan pembalap untuk langsung fokus pada strategi balap, konsistensi performa, serta kerja sama antarpembalap dalam durasi balap yang panjang, tanpa terbebani proses persiapan teknis di luar sirkuit.
Dalam program ini, biaya sewa Rp115.000.000 per unit sudah termasuk biaya pendaftaran, dengan satu unit mobil dapat digunakan oleh maksimal empat pembalap dalam satu tim. Peserta juga mendapatkan fasilitas pendukung berupa Pertamax Turbo sebanyak 200 liter, tiga set ban Hankook Ventus RS4, serta dukungan tiga orang mekanik selama balapan berlangsung.
Program Agya Arrive and Race dibuka dengan kuota terbatas bagi pembalap dan tim yang ingin merasakan balap endurance di Pertamina Mandalika International Circuit dengan skema yang praktis dan terukur. Informasi lebih lanjut terkait program ini dapat diperoleh dengan menghubungi Denny Pribadi melalui WhatsApp di +62 878-8222-8147. (MGPA)
ARRIVE AND DRIVE
Ready to feel the adrenaline?Take on the track with Agya GR Arrive & Drive at Pertamina Mandalika International Circuit!Whether you want to take the wheel yourself or sit back and enjoy the ride, we've got you covered with our Toyota Agya GR Taxi Ride and Arrive & Drive programs.
JDM Fun Day
JDM (Japan Domestic Market) Fun Day is the biggest Japanese Car Community meet up in Indonesia. Followed by 85 high-performance JDM cars, this event initiated by the JDM community is conducted in a Time Attack format. JDM Funday Time Attack is divided into 3 classes according to car specifications: standard, street, and race. Racers from various backgrounds, including non-experienced drivers, experienced drivers, and professionals, have the opportunity to compete.
BOOK NOW