April, 01 2026

Category: NON MOTOSPORT

Circuit Classroom: Fungsi Kerb Lintasan di Pertamina Mandalika International Circuit

The Mandalika, 1 April 2026 - Insiden rusaknya velg motor Marc Márquez saat balapan MotoGP di Chang International Circuit Thailand pada 1 Maret 2026 lalu sempat menjadi perbincangan luas di kalangan penggemar balap. Peristiwa tersebut membuat banyak orang mulai bertanya-tanya tentang salah satu elemen penting di lintasan balap, yakni kerb.

Pembalap tim Ducati Lenovo Team itu harus mengakhiri balapan lebih awal setelah velg belakang motornya rusak akibat menghantam kerb lintasan pada lap ke-21. Apa itu kerb yang ada di lintasan sirkuit? Berikut penjelasannya dengan ilustrasi contoh kerb yang ada di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Di Pertamina Mandalika International Circuit, desain kerb mengikuti standar internasional yang ditetapkan oleh Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM).

Menurut Muhammad Awallutfi Andhika, Track, Race Electronic, and Motorsport Manager Mandalika Grand Prix Association (MGPA), kerb yang digunakan di Sirkuit Mandalika memiliki spesifikasi yang sama dengan banyak sirkuit kelas dunia.

Kerbs 1
Muhammad Awallutfi Andhika (Track, Race Electronic, and Motorsport Manager Mandalika Grand Prix Association/MGPA) menjelaskan fungsi, jenis, dan peran kerbs di lintasan Pertamina Mandalika International Circuit.

Muhammad Awallutfi Andhika Putra menjelaskan, “Secara umum kerb dalam standar FIM terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu kerb positif dan kerb negatif. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda dalam membantu pembalap menjaga batas lintasan sekaligus mempertahankan kecepatan saat melewati tikungan.”

“Salah satu contoh yang sering dijadikan referensi adalah Misano Kerb, yaitu desain kerb yang digunakan di sejumlah sirkuit internasional. Desain ini juga mengikuti guideline dari FIM sehingga memiliki spesifikasi yang relatif seragam di berbagai lintasan balap dunia,” jelas Dhika sapaan akrab Muhammad Awallutfi Andhika Putra.

Kerbs 2
Desain Misano kerb yang digunakan di Pertamina Mandalika International Circuit

Desain Misano kerb yang digunakan di Pertamina Mandalika International Circuit sejak awal pembangunan telah mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM). 

Dhika mengisahkan, "Franco Uncini dan Loris Capirossi, yang ketika itu menjabat sebagai FIM Safety Officer, menginstruksikan pengunaan Misano kerb di Sirkuit Mandalika pada saat pembangunan Sirkuit Mandalika tahun 2020.  Misano Kerb tersebut dirancang sesuai dengan standar teknis sirkuit internasional dan telah melalui proses homologasi resmi dari FIM."

Dhika
Franco Uncini dan Loris Capirossi, yang ketika itu menjabat sebagai FIM Safety Officer, menginstruksikan pengunaan Misano kerb di Sirkuit Mandalika pada saat pembangunan Sirkuit Mandalika tahun 2020.

“Secara dimensi, kerb standar FIM memiliki lebar minimal sekitar 1,5 meter. Pada bagian puncaknya atau crown, terdapat sedikit elevasi yang naik dari permukaan lintasan. Tinggi elevasi ini umumnya sekitar 2,5 sentimeter, cukup untuk memberi sinyal kepada pembalap tanpa terlalu mengganggu kestabilan kendaraan,” jelas Dhika

“Jika dilihat sekilas, permukaan kerb memang tampak rata di bagian puncaknya. Namun sebenarnya kerb dibuat dengan bentuk berundak atau bergerigi. Struktur ini memiliki fungsi penting, yakni memberikan peringatan kepada pembalap atau pengemudi bahwa mereka sudah mendekati batas lintasan. Dengan begitu, pembalap diharapkan segera mengarahkan kembali kendaraan ke dalam trek utama sebelum keluar terlalu jauh dari racing line,” papar Dhika.

Kerbs
Kerb dibuat dengan bentuk berundak atau bergerigi. Struktur ini memiliki fungsi penting, yakni memberikan peringatan kepada pembalap atau pengemudi bahwa mereka sudah mencapai batas tepi lintasan.

Lebih lanjut Dhika menjelaskan, “Dari sisi konstruksi, kerb biasanya dibuat dari beton. Proses pembuatannya bisa dilakukan dengan dua metode. Pertama, menggunakan beton pre-cast yang dicetak terlebih dahulu lalu dipasang di sisi lintasan. Kedua, dicetak langsung di lokasi trek saat pembangunan sirkuit.”

“Setelah struktur beton selesai, kerb kemudian dilapisi dengan cat khusus yang telah terhomologasi oleh FIM. Cat ini tidak hanya berfungsi memberikan warna kontras seperti merah dan putih, tetapi juga dirancang agar memiliki tingkat grip yang mendekati permukaan lintasan. Dengan demikian, ketika roda motor atau mobil melintas di atasnya, kendaraan masih dapat mempertahankan cengkeraman yang cukup,” jelas Dhika.

Kerbs
Kerb positif biasanya ditempatkan di bagian dalam tikungan, kerb negatif umumnya digunakan di bagian keluar tikungan (exit kerb).

Dhika menambahkan, “Perbedaan utama antara kerb positif dan kerb negatif terletak pada posisi dan fungsinya di tikungan. Kerb positif biasanya ditempatkan di bagian dalam tikungan. Pada jenis ini, puncak kerb atau crown umumnya berada sejajar dengan permukaan lintasan sehingga pembalap masih bisa melintasinya tanpa gangguan besar.”

“Sementara itu, kerb negatif umumnya digunakan di bagian keluar tikungan (exit kerb). Jenis kerb ini dirancang untuk membantu kendaraan kembali ke lintasan sekaligus memberi batas yang jelas agar pembalap tidak melebar terlalu jauh saat keluar dari tikungan,” pungkas Dhika.

Kerbs
Kerbs dilapisi dengan cat khusus yang telah terhomologasi oleh FIM. Cat ini tidak hanya berfungsi memberikan warna kontras seperti merah dan putih, tetapi juga dirancang agar memiliki tingkat grip yang mendekati permukaan lintasan.

Priandhi Satria, Direktur Utama PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA), perusahaan yang ditunjuk untuk mengelola Pertamina Mandalika International Circuit oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), menegaskan bahwa kerb di Sirkuit Mandalika dirancang dengan mempertimbangkan standar keselamatan internasional sekaligus karakteristik balap modern.

Menurutnya, keberadaan kerb bukan sekadar elemen visual di sisi lintasan, tetapi merupakan bagian penting dari desain sirkuit yang membantu pembalap memahami batas racing line dan menjaga kontrol kendaraan pada kecepatan tinggi.

“Kerb di Sirkuit Mandalika dirancang mengikuti standar yang ditetapkan oleh FIM. Tujuannya bukan hanya sebagai penanda batas lintasan, tetapi juga untuk membantu pembalap menjaga racing line dengan aman,” ujar Priandhi Satria.

Priandhi Satria juga menambahkan bahwa setiap elemen lintasan, termasuk kerb, selalu diperhatikan secara detail agar dapat mendukung penyelenggaraan berbagai ajang balap internasional di Mandalika.

“Desain kerb harus mampu memberikan keseimbangan antara performa dan keselamatan. Pembalap masih bisa memanfaatkannya untuk memaksimalkan tikungan, tetapi tetap ada batas yang jelas agar kendaraan tidak keluar terlalu jauh dari trek,” jelasnya.

Dengan standar tersebut, kerb di Sirkuit Mandalika tidak hanya berfungsi sebagai pembatas lintasan, tetapi juga menjadi bagian penting dari ekosistem keselamatan balap. Detail kecil seperti bentuk undakan, tinggi elevasi, hingga material cat yang digunakan dapat memengaruhi bagaimana kendaraan berinteraksi dengan lintasan, terutama ketika melaju dalam kecepatan tinggi seperti pada ajang MotoGP. (MGPA)

Ayo ramai-ramai nonton MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit pada 9-11 Oktober 2026!! Beli tiketnya, datang langsung dan pasti lebih seru !!

Share
img-single

ARRIVE AND DRIVE

Ready to feel the adrenaline?Take on the track with Agya GR Arrive & Drive at Pertamina Mandalika International Circuit!Whether you want to take the wheel yourself or sit back and enjoy the ride, we've got you covered with our Toyota Agya GR Taxi Ride and Arrive & Drive programs.

img-tmb-1

ARRIVE AND DRIVE

img-tmb-2

MANDALIKA TRACK EXPERIENCE

img-tmb-3

MANDALIKA RACING EXPERIENCE (RADICAL)

img-tmb-4

MANDALIKA ARRIVE AND DRIVE (+TAXI RIDE)

img-tmb-5

LAMPAQ DI CIRCUIT

img-tmb-6

MANDALIKA TRACK DAY (4 WHEELS)

img-tmb-7

MANDALIKA TRACK DAY ( 2 WHEELS)

Related News
img-event-right-1

GT WORLD CHALLENGE ASIA

GT WORLD CHALLENGE ASIA

BUY NOW
img-event-right-3

JDM Fun Day

JDM (Japan Domestic Market) Fun Day is the biggest Japanese Car Community meet up in Indonesia. Followed by 85 high-performance JDM cars, this event initiated by the JDM community is conducted in a Time Attack format. JDM Funday Time Attack is divided into 3 classes according to car specifications: standard, street, and race. Racers from various backgrounds, including non-experienced drivers, experienced drivers, and professionals, have the opportunity to compete.

BOOK NOW
footer-bg