August, 12 2026

Category: NON MOTOSPORT

Persiapan dan Kick Off Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, NTB Perkuat Sinergi Sambut 145.000 Penonton

Mataram, 12 Agustus 2026 — Persiapan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 memasuki tahap penting. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), ITDC, dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat koordinasi untuk memastikan gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit pada 9-11 Oktober 2026 berlangsung aman, lancar, dan memberikan dampak ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat.

Rakor
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), ITDC, dan seluruh pemangku kepentingan menggelar rapat koordinasi dan kick off Pertamina Grand Prix of Indonesia di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat pada Rabu (12/8/2026).

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Ananda Mikola, menegaskan bahwa kesiapan penyelenggaraan tidak hanya bertumpu pada sirkuit, tetapi membutuhkan sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

“Kami di MGPA terus memastikan kesiapan sirkuit dan seluruh aspek operasional Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Namun keberhasilan event ini tidak bisa berdiri sendiri. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, penyelenggara, aparat keamanan, transportasi, hospitality, UMKM, masyarakat, dan seluruh stakeholder,” ujar Ananda Mikola.

Ananda Mikola
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Ananda Mikola menyampaikan bahwa MGPA terus memastikan kesiapan sirkuit dan seluruh aspek operasional penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Hal tersebut disampaikan dalam forum rapat koordinasi persiapan event ini pada Rabu (12/8/2026) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Menurut Ananda, koordinasi sejak jauh hari menjadi bagian penting untuk memastikan setiap aspek penyelenggaraan dapat dipersiapkan secara matang. Bagi MGPA, keberhasilan event bukan hanya diukur dari kelancaran balapan, tetapi juga dari pengalaman yang diperoleh penonton serta manfaat yang dirasakan masyarakat NTB.

“Target kami bukan hanya menghadirkan balapan kelas dunia, tetapi juga menjadikan Pertamina Mandalika International Circuit sebagai sport tourism destination yang semakin kuat. Penonton yang datang ke Pertamina Grand Prix of Indonesia harus mendapatkan pengalaman yang lengkap, mulai dari balapan, hospitality, destinasi wisata, kuliner, hingga berbagai aktivitas di NTB,” katanya.

Persiapan dan Kick off event Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 digelar di Lantai 6 Bank NTB Syariah, Mataram, Rabu (12/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memetakan berbagai kebutuhan penyelenggaraan, mulai dari kesiapan sirkuit, infrastruktur, keamanan, transportasi, akomodasi, kesehatan, pariwisata, promosi, hingga pemberdayaan masyarakat.

Kesiapan sirkuit tetap menjadi fondasi utama. Namun, ekosistem di luar lintasan juga memiliki peran yang sama pentingnya. Ananda Mikola menegaskan MGPA akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Kami ingin setiap penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia di Mandalika terus meningkat kualitasnya. Sirkuit harus siap, event harus profesional, dan yang tidak kalah penting, manfaatnya harus semakin dirasakan masyarakat NTB,” ujar Ananda.

“Pertamina Mandalika International Circuit adalah bagian dari ekosistem motorsport Indonesia. Bersama-sama kita ingin membawa nama The Mandalika semakin mendunia,” lanjutnya.

Rakor
Rakor persiapan Pertamina Grand Prix of Indonesia yang berlangsung pada Rabu (12/8/2026) untuk memastikan persiapan yang dilakukan semua pemangku kepentingan sesuai target yang ditetapkan.

Targetkan 145.000 penonton

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 akan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Penyelenggaraan tahun ini menargetkan lebih dari 145.000 penonton selama tiga hari.

Target tersebut membuat persiapan harus dilakukan secara terpadu. Setiap sektor dituntut bergerak sejak jauh hari dengan pembagian tugas, target, serta mekanisme penyelesaian yang jelas. Pada penyelengaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 lalu, jumlah penonton mencapai 140.324.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa seluruh persoalan yang berpotensi muncul harus dipetakan sejak awal. Setiap persoalan harus memiliki penanggung jawab atau PIC dan target penyelesaian yang terukur.

“Setiap persoalan harus ada PIC-nya dan memiliki target penyelesaian, kalau dalam waktu yang ditentukan belum selesai, harus segera dieskalasikan,” tegas Gubernur Iqbal.

Rakor
Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa seluruh persoalan yang berpotensi muncul dipetakan sejak awal mengingat penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia semakin dekat.

Salah satu perhatian utama dalam persiapan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 adalah akses menuju kawasan Mandalika. Pemerintah Provinsi NTB telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk memastikan sejumlah ruas jalan yang dibutuhkan dapat ditangani sebelum event berlangsung.

Pemerintah juga mendorong penanganan infrastruktur secara permanen agar konektivitas menuju Mandalika tidak hanya mengandalkan pola perbaikan sementara.

Di sektor transportasi, sekitar 130 unit shuttle bus disiapkan untuk mendukung mobilitas penonton. Sistem shuttle dan hub akan menjadi bagian dari pengaturan pergerakan penonton menuju kawasan sirkuit.

Kesiapan pengamanan juga mencakup mobilitas penonton, area event dan camping ground, serta pengawalan logistik dari pelabuhan dan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid menuju sirkuit.

Kebutuhan Akomodasi

Target lebih dari 145.000 penonton membuat kebutuhan akomodasi menjadi salah satu perhatian utama. Pemerintah bersama penyelenggara akan melakukan pemetaan hotel, homestay, wisma, asrama, dan berbagai fasilitas akomodasi lainnya.

Kebutuhan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi penonton, tetapi juga pembalap, tim, tamu undangan, tenaga medis, tenaga operasional, serta berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan.

Gubernur Iqbal menilai kesiapan akomodasi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem event dan pariwisata NTB.

“NTB harus semakin terbiasa menjadi tuan rumah event internasional. Ketersediaan akomodasi yang cukup dan terjangkau harus menjadi bagian dari ekosistem pariwisata dan event yang berkelanjutan,” ujarnya.

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 juga diarahkan menjadi pintu masuk bagi wisatawan untuk mengenal lebih jauh berbagai destinasi di NTB. Melalui konsep “Beyond Grand Prix, Discover Paradise”, wisatawan tidak hanya datang untuk menyaksikan balapan, tetapi juga diharapkan memperpanjang masa tinggal untuk menikmati destinasi wisata, kuliner, budaya, dan ekonomi kreatif. Konsep tersebut sekaligus memperkuat semangat Race in Paradise dan #MandalikaMendunia.

MotoGP Menjadi Ekosistem Ekonomi

Direktur Utama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Ahmad Fajar, mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi NTB terhadap keberlanjutan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia.

Ia menilai event tersebut telah berkembang menjadi ekosistem ekonomi yang memberikan dampak luas. “MotoGP bukan lagi sekadar event olahraga, tetapi sudah menjadi ekosistem ekonomi yang menggerakkan banyak sektor,” ujarnya.

Rakor
Direktur Utama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Ahmad Fajar, mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi NTB terhadap keberlanjutan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia.

Berdasarkan riset Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), penyelenggaraan MotoGP 2025 memberikan dampak ekonomi sekitar Rp4,96 triliun. Dampak tersebut dirasakan berbagai sektor, mulai dari perhotelan, transportasi, UMKM, tenaga kerja, hingga pariwisata di Mataram, Senggigi, dan wilayah lainnya di NTB.

Ratusan UMKM serta ribuan tenaga kerja, volunteer, dan marshal juga terlibat dalam penyelenggaraan. Sementara itu, siaran internasional memberikan eksposur global bagi Mandalika dan NTB. Dampak tersebut menjadi salah satu alasan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 diarahkan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Tiga Klaster Persiapan

Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia, Troy Reza Warokka, menjelaskan bahwa dukungan lintas sektor dalam persiapan 2026 dikelompokkan dalam tiga klaster utama.

Klaster pertama mencakup keamanan, ketertiban, dan pengawalan, termasuk pengamanan mobilitas penonton, shuttle bus dan hub, area event serta camping ground, hingga pengawalan logistik dari pelabuhan dan bandara menuju sirkuit.

Klaster kedua meliputi infrastruktur, promosi, pariwisata, dan layanan medis. Persiapannya mencakup penyediaan sekitar 130 unit shuttle bus, perbaikan akses jalan, rambu lalu lintas, penerangan, tenaga medis, kurasi homestay, promosi perhotelan, serta kampanye pariwisata.

Klaster ketiga mencakup event, pemberdayaan masyarakat, dan koordinasi, termasuk Riders Parade, Opening Ceremony, Festival MotoGP, serta berbagai program edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Sejumlah musisi nasional juga dijadwalkan tampil, di antaranya Judika, Juicy Luicy, Tipe-X, dan Happy Asmara.

Troy
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia, Troy Reza Warokka, menjelaskan dukungan lintas sektor persiapan Pertamina Grand Prix of Indonesia diantaranya meliputi keamanan, ketertiban, infrastruktur, promosi, pariwisata, pelaksanaan event, dan pemberdayaan masyarakat.

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 juga diarahkan menjadi event yang semakin mudah dijangkau. Fasilitas luxury camp akan disiapkan bagi penonton penyandang disabilitas, lengkap dengan kamar mandi dan berbagai kebutuhan pendukung.

“Disabilitas akan kita fasilitasi dengan baik, termasuk skema Buy One Get One untuk pendamping agar aksesibilitas semakin inklusif,” ujar Troy Reza Warokka.

Pemberdayaan masyarakat juga terus diperkuat melalui keterlibatan UMKM lokal, program kebersihan bersama ASN, siswa, dan komunitas, serta program edukasi generasi muda seperti Riders Goes to School dan Students Go to Paddock.

Promosi Pariwisata 

Pemerintah Provinsi NTB juga menyiapkan strategi promosi yang lebih agresif. Sejumlah pasar dengan konektivitas langsung ke NTB, seperti Kuala Lumpur, Singapura, Makassar, Yogyakarta, Bali, dan Nusa Tenggara Timur, menjadi sasaran promosi.

“Setiap daerah dengan konektivitas langsung ke NTB harus kita anggap sebagai pasar yang harus digarap secara serius melalui promosi bersama,” jelas Gubernur Iqbal.

Promosi akan diperkuat melalui kolaborasi pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata, termasuk konten digital yang tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga mendorong kunjungan wisatawan.

Peningkatan kapasitas penerbangan selama periode Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 juga menjadi perhatian. Pemerintah akan berkoordinasi dengan maskapai untuk memastikan kebutuhan penerbangan dapat terakomodasi.

Pengembangan layanan bandara melalui sistem automatic gate atau e-gate turut didorong untuk meningkatkan efisiensi pelayanan penumpang sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi pertumbuhan pariwisata NTB.

Persiapan dan Kick off Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 menandai dimulainya fase persiapan yang semakin intensif. Dengan target lebih dari 145.000 penonton, seluruh pihak dituntut bergerak bersama untuk memastikan event berjalan sesuai standar internasional.

Dengan persiapan yang lebih awal, sinergi lintas sektor, penguatan infrastruktur dan konektivitas, serta keterlibatan masyarakat yang semakin luas, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 diharapkan tidak hanya menjadi panggung balap motor kelas dunia. Event ini juga menjadi momentum untuk memperkuat The Mandalika sebagai destinasi sport tourism dan membawa NTB semakin dikenal di mata internasional. (MGPA)

Share
img-single

ARRIVE AND DRIVE

Ready to feel the adrenaline?Take on the track with Agya GR Arrive & Drive at Pertamina Mandalika International Circuit!Whether you want to take the wheel yourself or sit back and enjoy the ride, we've got you covered with our Toyota Agya GR Taxi Ride and Arrive & Drive programs.

img-tmb-1

ARRIVE AND DRIVE

img-tmb-2

MANDALIKA TRACK EXPERIENCE

img-tmb-3

MANDALIKA RACING EXPERIENCE (RADICAL)

img-tmb-4

MANDALIKA ARRIVE AND DRIVE (+TAXI RIDE)

img-tmb-5

LAMPAQ AT CIRCUIT

img-tmb-6

MANDALIKA TRACK DAY (4 WHEELS)

img-tmb-7

MANDALIKA TRACK DAY ( 2 WHEELS)

Related News
img-event-right-1

GT WORLD CHALLENGE ASIA

GT WORLD CHALLENGE ASIA

BUY NOW
img-event-right-3

JDM Fun Day

JDM (Japan Domestic Market) Fun Day is the biggest Japanese Car Community meet up in Indonesia. Followed by 85 high-performance JDM cars, this event initiated by the JDM community is conducted in a Time Attack format. JDM Funday Time Attack is divided into 3 classes according to car specifications: standard, street, and race. Racers from various backgrounds, including non-experienced drivers, experienced drivers, and professionals, have the opportunity to compete.

BOOK NOW
footer-bg