July, 25 2026
Category: R 2 MOTOSPORT
The Mandalika, 25 Juli 2026 – Hari pertama balapan Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2026 putaran ketiga di Pertamina Mandalika International Circuit menghadirkan pertarungan sengit di seluruh kelas yang dipertandingkan. Race 1 menjadi pembuktian kemampuan para pembalap nasional, mulai dari talenta muda di kelas pembinaan hingga rider berpengalaman di kelas utama. Selama satu hari penuh pada Sabtu (25/7/2026) dengan cuaca cerah, lintasan sepanjang 4,31 kilometer di Mandalika dipenuhi aksi saling salip, pertarungan hingga garis finis, serta sejumlah kejutan yang membuat persaingan menuju gelar juara nasional semakin menarik.
CEO PRIDE Motorsport selaku penyelenggara Pertamina Mandalika Racing Series, Eddy Saputra, menilai putaran ketiga berjalan sesuai harapan. Menurutnya, atmosfer kompetisi yang semakin sengit menjadi indikator bahwa kualitas serta antusiasme para pembalap nasional terus mengalami peningkatan dari seri ke seri.
"Pertamina Mandalika Racing Series seri ketiga ini berjalan cukup baik dan persaingan sangat kompetitif. Ini menunjukkan bahwa antusiasme pembalap sudah makin tinggi," ujar Eddy Saputra.
Di balik ketatnya persaingan tersebut, penyelenggara tetap menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama. Eddy Saputra menjelaskan bahwa setiap putaran selalu menjadi momentum untuk meningkatkan standar keselamatan balap, sehingga pembalap tidak hanya dituntut tampil kompetitif, tetapi juga berkembang dalam lingkungan kompetisi yang aman dan profesional. Menurutnya, pendekatan tersebut merupakan fondasi penting dalam membangun pembalap Indonesia agar siap bersaing di level yang lebih tinggi.
Salah satu pembaruan yang paling menarik perhatian pada Putaran 3 adalah penerapan sistem Qualifying 1 (Q1) dan Qualifying 2 (Q2), mengadopsi format yang selama ini digunakan pada ajang MotoGP. Perubahan ini diterapkan untuk membuat sesi kualifikasi menjadi lebih efektif sekaligus meningkatkan intensitas persaingan sejak awal akhir pekan balap.
Eddy menjelaskan bahwa dengan format baru tersebut, pembalap tidak lagi memiliki banyak waktu untuk menunggu atau menyusun strategi secara berlebihan. Jika pada seri-seri sebelumnya seluruh peserta memiliki waktu 20 menit untuk mencatatkan lap terbaik, kini setiap sesi kualifikasi hanya berlangsung selama 10 menit sehingga seluruh pembalap dituntut tampil maksimal sejak menit pertama.
Format tersebut juga menghadirkan tantangan baru dalam perebutan posisi start. Sepuluh pembalap tercepat secara otomatis berhak tampil di Qualifying 2, sementara pembalap di luar posisi tersebut harus lebih dulu bertarung di Qualifying 1. Hanya empat pembalap terbaik dari Q1 yang berhak lolos ke Q2, sehingga total hanya 14 pembalap di Q2 yang memperebutkan posisi terdepan pole position pada sesi penentuan grid terdepan. Sistem ini membuat setiap putaran waktu menjadi sangat berharga dan meminimalkan kesalahan di lintasan.
Indonesia Junior Talent Cup (IJTC) U-15
Race 1 dibuka oleh Indonesia Junior Talent Cup (IJTC) U-15, kelas pembinaan yang kembali membuktikan kualitas regenerasi balap motor Indonesia. Sejak lampu start dipadamkan, rombongan pembalap langsung membentuk grup besar dengan jarak antarpembalap yang sangat rapat. Persaingan baru benar-benar terpecah ketika memasuki lap-lap akhir, namun kemenangan akhirnya menjadi milik Gian Muhammad Gibran dari tim RX One Media RXT Honda yang menuntaskan delapan lap dengan catatan waktu 35 menit 37,149 detik.
Selisih kemenangan yang hanya beberapa persepuluh detik menggambarkan betapa ketatnya duel yang terjadi sepanjang balapan. Posisi kedua diraih Giovani Cornelius Gani, sedangkan Ahmad Azel Savero melengkapi podium ketiga. Sementara itu, Kenzie Akbar Da Ninos mencatatkan fastest lap dengan waktu 2 menit 05,787 detik, menunjukkan bahwa kecepatan tercepat tidak selalu berujung kemenangan ketika persaingan berlangsung dalam kelompok besar.
Race 1 National Sport 150cc
Atmosfer kompetitif berlanjut di kelas National Sport 150cc, yang kembali menghadirkan persaingan ketat antara para pembalap Yamaha dan Honda. Fahmi Basam tampil konsisten sejak awal hingga akhirnya meraih kemenangan dengan total waktu 15 menit 37,559 detik. Ia unggul tipis atas Candra H di posisi kedua dan Moch Arkana Ardin Kurniawan di posisi ketiga.
Jarak finis yang hanya terpaut kurang dari satu detik di antara tiga besar memperlihatkan bahwa setiap putaran menjadi sangat menentukan. Fahmi juga membukukan fastest lap 1 menit 54,891 detik, mempertegas dominasinya sepanjang Race 1.
Race 1 Junior Sport 250cc U-18
Persaingan tidak kalah menarik tersaji di kelas Junior Sport 250cc U-18, yang mempertemukan para pembalap muda terbaik Indonesia. Balapan berlangsung agresif sejak lap pertama dengan beberapa kali perubahan posisi di rombongan depan. Muhammad Nabil Zahsena akhirnya keluar sebagai pemenang setelah tampil stabil sepanjang delapan lap dan mencatat waktu total 14 menit 50,591 detik.
Abimanyu Bintang Permadi finis di posisi kedua dengan selisih hanya 0,067 detik, sementara Bintang Pranata Sukma mengamankan podium ketiga. Ketatnya persaingan di kelas ini menjadi gambaran bahwa pembinaan menuju level nasional dan internasional semakin kompetitif.
Race 1 National Sport 250cc
Memasuki kelas National Sport 250cc, intensitas balapan meningkat. Sejumlah nama besar yang memiliki pengalaman di level nasional tampil saling menekan sejak awal lomba. Pertarungan menuju kemenangan berlangsung hingga lap terakhir sebelum akhirnya Irfan Ardiansyah berhasil mengamankan podium tertinggi dengan catatan waktu 21 menit 42,166 detik.
Kemenangan tersebut diraih dengan margin yang nyaris tak terlihat, hanya 0,040 detik atas Candra H di posisi kedua, sementara Muhammad Fadhil Musyavi finis ketiga dengan selisih 0,249 detik. Ketatnya persaingan di kelas ini menjadi salah satu sorotan utama Race 1 karena tiga pembalap terdepan terus saling bertukar posisi hingga penghujung balapan.
National Supersport 600cc
Di kelas National Supersport 600cc, duel berlangsung lebih eksklusif namun tetap menyajikan persaingan berkualitas tinggi. Wahyu Nugroho berhasil memanfaatkan momentum insiden kecelakaan yang menimpa Herjun Atna Firdaus yang mengalami "crash" dan meenyeret Muhammad Faerozi Toreqottullah. Keduanya terjatuh di tikungan 17 jelang finish.
Wahyu Nugroho meraih kemenangan dengan waktu 16 menit 33,974 detik. Ia unggul atas Muhammad Faerozi Toreqottullah yang berhasil menyalakan mesin motornya usai terjatuh bersama Herjun Atna Firdaus menuju garis finis. Sementara Herjun Atna Firdaus melengkapi posisi tiga besar dengan mendorong motornya dari tikungan 17 menuju garis finis.
Menariknya, meski finis di posisi ketiga, Herjun justru menjadi pembalap tercepat di lintasan dengan fastest lap 1 menit 38,007 detik, memperlihatkan bahwa kecepatan maksimum tidak selalu cukup untuk mengubah hasil akhir apabila kehilangan waktu pada fase-fase lainnya.
Race 1 Underbone 150cc
Pada Race 1 kelas Underbone 150cc kembali menghadirkan pertarungan rapat khas motor bebek. Mohd Silmi Helsinky tampil sebagai pemenang setelah menyelesaikan delapan lap dalam waktu 15 menit 39,068 detik. Posisi kedua ditempati Fadli Rigani dengan selisih hanya 0,129 detik, sedangkan Danial Damar mengamankan podium ketiga dengan gap 0,241 detik.
Menariknya, fastest lap justru dicatatkan Ahmad Abyan Javier dengan waktu 1 menit 55,366 detik, membuktikan bahwa kecepatan satu putaran tidak selalu menentukan hasil akhir ketika balapan berlangsung sangat ketat dalam rombongan.
Secara keseluruhan, Race 1 Pertamina Mandalika Racing Series Round 3 memperlihatkan kualitas persaingan yang semakin meningkat di setiap kelas. Margin kemenangan yang sangat tipis di sejumlah kategori menunjukkan bahwa level kompetisi antar pembalap nasional semakin merata. Tidak hanya di kelas senior, persaingan di kelas pembinaan seperti Indonesia Junior Talent Cup U-15 dan Junior Sport 250cc U-18 juga semakin kompetitif, memperlihatkan semakin kuatnya proses regenerasi pembalap Indonesia.
Hasil Race 1 ini sekaligus menjadi modal penting bagi seluruh pembalap menjelang rangkaian balapan pada Minggu (26/7/2026). Dengan tambahan format Superpole Race untuk beberapa kelas serta pelaksanaan Race 2 di seluruh kategori, peluang perubahan klasemen kejuaraan nasional masih terbuka lebar. Setiap poin yang diperebutkan di Mandalika akan menjadi bekal berharga dalam perburuan gelar Pertamina Mandalika Racing Series 2026 yang kini memasuki fase semakin menentukan. (MGPA)
ARRIVE AND DRIVE
Ready to feel the adrenaline?Take on the track with Agya GR Arrive & Drive at Pertamina Mandalika International Circuit!Whether you want to take the wheel yourself or sit back and enjoy the ride, we've got you covered with our Toyota Agya GR Taxi Ride and Arrive & Drive programs.
JDM Fun Day
JDM (Japan Domestic Market) Fun Day is the biggest Japanese Car Community meet up in Indonesia. Followed by 85 high-performance JDM cars, this event initiated by the JDM community is conducted in a Time Attack format. JDM Funday Time Attack is divided into 3 classes according to car specifications: standard, street, and race. Racers from various backgrounds, including non-experienced drivers, experienced drivers, and professionals, have the opportunity to compete.
BOOK NOW