July, 26 2026
Category: R 2 MOTOSPORT
The Mandalika, 26 Juli 2026 – Matahari baru saja menyinari kawasan Pertamina Mandalika International Circuit ketika aktivitas di balik layar perlahan mencapai puncaknya. Tepat pukul 07.45 WITA, jauh sebelum deru mesin motor memecah keheningan pagi, seluruh elemen penyelenggara berkumpul untuk menjalani Track Inspection, tahapan terakhir yang menjadi penentu kesiapan penyelenggaraan Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2026 putaran ketiga sebelum balapan race kedua dimulai pada Minggu (26/7/2026).
Bagi sebagian penonton, Track Inspection mungkin hanya terlihat sebagai rombongan kendaraan yang mengelilingi lintasan. Namun di balik itu, terdapat proses yang sangat rinci untuk memastikan seluruh sistem keselamatan, operasional, hingga perangkat perlombaan bekerja tanpa celah ketika lampu start menyala.
Track Inspection bukan sekadar memeriksa kondisi aspal. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap kesiapan seluruh personel yang bertugas di sepanjang lintasan, mulai dari flag marshal, rescue, track marshal, tenaga medis, hingga perangkat Race Control yang akan mengawasi jalannya perlombaan.
Race Director Pertamina Mandalika Racing Series, Eddy Horison, menjelaskan bahwa seluruh proses tersebut merupakan bagian dari standar operasional yang harus dipenuhi sebelum satu sesi balapan dapat dinyatakan layak dimulai.
"Track Inspection merupakan tahapan yang sangat penting sebelum balapan dimulai. Tujuan utamanya adalah memastikan seluruh personel yang bertugas, mulai dari flag marshal, rescue, track marshal, hingga tim medis, benar-benar siap menjalankan tugasnya. Kami juga memastikan seluruh peralatan di setiap marshal post berada dalam kondisi siap pakai sehingga ketika terjadi insiden, respons dapat dilakukan dengan cepat dan sesuai prosedur," ujar Eddy Horison.
Selain kesiapan personel, kondisi lintasan juga menjadi perhatian utama. Setiap meter sirkuit diperiksa untuk memastikan tidak ada serpihan material maupun potensi bahaya yang dapat mengganggu jalannya perlombaan. Apabila terjadi kecelakaan, area tersebut harus dapat dibersihkan secepat mungkin sehingga sesi berikutnya dapat kembali berlangsung dengan aman.
"Kami memastikan kondisi lintasan benar-benar bersih dan aman. Jika terjadi kecelakaan, area tersebut harus segera dibersihkan agar sesi berikutnya dapat berlangsung tanpa mengurangi aspek keselamatan. Semua proses sudah memiliki standar operasional yang harus dipenuhi," katanya.
Sistem Evakuasi Dirancang Tanpa Memotong Lintasan
Salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus adalah kesiapan sistem penanganan medis. Pada hari balapan, sebanyak enam unit ambulans disiagakan dengan lampu rotator menyala sebagai tanda kesiapan penuh.
Dua ambulans ditempatkan di sisi dalam lintasan, sedangkan empat lainnya berada di sisi luar. Penempatan tersebut bukan tanpa alasan. Sistem evakuasi dirancang agar kendaraan medis tidak perlu memotong lintasan yang masih digunakan pembalap lain.
"Untuk penanganan medis, kami menyiagakan enam unit ambulans. Dua unit berada di sisi dalam lintasan dan empat unit di sisi luar. Sistem evakuasi kami dirancang agar ambulans tidak perlu memotong lintasan. Jika insiden terjadi di sisi luar, ambulans luar yang bergerak. Begitu pula sebaliknya jika kecelakaan terjadi di sisi dalam. Dengan cara ini, proses penyelamatan bisa berlangsung cepat tanpa mengganggu jalannya balapan," jelas Eddy.
Di sepanjang lintasan, penyelenggara juga menempatkan 150 marshal dan 40 tenaga medis. Meskipun kebutuhan ideal sebuah sirkuit internasional dapat mencapai sekitar 400 marshal, penyelenggara menerapkan strategi flying marshal, yakni personel yang menggunakan sepeda motor untuk bergerak cepat menuju lokasi insiden sehingga waktu respons tetap dapat dipertahankan.
"Pada hari balapan kami mengerahkan sekitar 150 marshal dan 40 tenaga medis. Memang jumlah marshal ideal untuk sirkuit sebesar Mandalika mencapai sekitar 400 orang. Karena itu kami menerapkan sistem flying marshal, yaitu personel yang menggunakan sepeda motor sehingga dapat bergerak cepat menuju titik insiden. Sistem ini membuat waktu respons tetap terjaga," ungkapnya.
Murhansyah selaku Steward dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) menyatakan, “Dari hasil track inspection kami telah mengecek semua aspek mulai dari rambu-rambu, digital flag, dan marshal. Semua sudah memenuhi syarat untuk menjalankan balapan. Marshal juga standby di sirkuit. APAR (Alat Pemadam Api Ringan) atau pemadam portabel, juga sudah menggunakan model terbaru dan berfungsi normal.”
Seluruh rangkaian Track Inspection pada Minggu pagi itu menunjukkan bahwa sebuah balapan tidak hanya ditentukan oleh kecepatan para pembalap di atas lintasan. Di balik setiap duel menuju tikungan pertama, setiap manuver menyalip, hingga perebutan kemenangan di garis finis, terdapat ratusan personel yang bekerja dalam koordinasi presisi untuk memastikan setiap sesi berlangsung aman, adil, dan memenuhi standar penyelenggaraan balap motor internasional.
Ketika lampu start akhirnya menyala beberapa jam kemudian, seluruh persiapan yang dimulai sejak pukul 07.45 WITA itu menjadi fondasi penting yang memastikan Pertamina Mandalika Racing Series tidak hanya menghadirkan tontonan balap yang kompetitif, tetapi juga mencerminkan profesionalisme penyelenggaraan motorsport Indonesia di level tertinggi. (MGPA)
ARRIVE AND DRIVE
Ready to feel the adrenaline?Take on the track with Agya GR Arrive & Drive at Pertamina Mandalika International Circuit!Whether you want to take the wheel yourself or sit back and enjoy the ride, we've got you covered with our Toyota Agya GR Taxi Ride and Arrive & Drive programs.
JDM Fun Day
JDM (Japan Domestic Market) Fun Day is the biggest Japanese Car Community meet up in Indonesia. Followed by 85 high-performance JDM cars, this event initiated by the JDM community is conducted in a Time Attack format. JDM Funday Time Attack is divided into 3 classes according to car specifications: standard, street, and race. Racers from various backgrounds, including non-experienced drivers, experienced drivers, and professionals, have the opportunity to compete.
BOOK NOW