October, 11 2026
Category: R 2 MOTOSPORT
The Mandalika, 11 Oktober 2026 – Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) berhasil memenangi balapan utama MotoGP pada Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Minggu. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi pembalap Italia tersebut sejak Grand Prix Italia di Mugello, sekaligus menjaga peluangnya dalam persaingan gelar juara dunia MotoGP musim ini.
Bezzecchi mengungguli Raul Fernandez (SuperFile Trackhouse MotoGP Team) yang finis di posisi kedua, meskipun harus menahan rasa sakit akibat dua jari yang patah setelah mengalami kecelakaan pada balapan Sprint sehari sebelumnya. Sementara itu, Jorge Martin (Aprilia Racing) menempati posisi ketiga dan kembali merebut puncak klasemen sementara kejuaraan dunia setelah Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) hanya mampu finis keenam.
Balapan di Mandalika juga mencatatkan sejarah bagi Aprilia. Pabrikan asal Noale, Italia, itu menguasai empat posisi teratas melalui Bezzecchi, Fernandez, Martin, dan Ai Ogura (SuperFile Trackhouse MotoGP Team). Hasil tersebut menjadi pencapaian bersejarah bagi Aprilia di kelas utama MotoGP.
Persaingan Ketat Sejak Lap Awal
Berbeda dengan balapan Sprint sehari sebelumnya, start balapan utama berlangsung relatif lancar ketika para pembalap melewati Tikungan 1 tanpa insiden. Bezzecchi langsung berusaha merebut posisi terdepan dengan melakukan manuver dari sisi dalam terhadap Fernandez, yang memulai balapan dari pole position.
Namun, Bezzecchi melebar saat keluar tikungan sehingga Fernandez mampu kembali mengambil alih posisi pertama. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team), pemenang Sprint, memulai balapan dengan baik dan menempati posisi ketiga. Sementara itu, Fermin Aldeguer (BK8 Gresini Racing MotoGP), pemenang MotoGP Indonesia 2025, berhasil melewati Martin untuk naik ke posisi kelima sebelum merebut posisi keempat dari Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46 Racing Team).
Martin kemudian mulai memperbaiki posisinya. Setelah melewati Di Giannantonio, pembalap Aprilia Racing itu naik ke posisi kelima. Kesempatannya kembali terbuka ketika Aldeguer terjatuh di Tikungan 16 pada lap kedua. Martin pun naik ke posisi keempat sebelum melancarkan manuver penting terhadap Marc Marquez di Tikungan 10 pada lap berikutnya.
Manuver tersebut mengantarkan Martin ke posisi ketiga, sementara Marc Marquez turun ke posisi keempat. Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) juga mulai memberikan tekanan kepada juara dunia yang tengah memimpin klasemen tersebut. Pada lap keempat, Acosta bahkan mencatatkan waktu putaran tercepat balapan.
Persaingan antara Acosta dan Marc Marquez semakin memanas. Acosta melakukan manuver agresif di Tikungan 10 dan berhasil melewati pembalap Ducati Lenovo Team tersebut. Meski sempat mengalami sedikit pergerakan pada bagian depan motornya ketika memasuki Tikungan 11, Acosta mampu mempertahankan posisinya dan membawa Marc Marquez turun ke posisi kelima.
Di barisan depan, Fernandez masih mampu mempertahankan keunggulan sekitar 0,5 detik atas Bezzecchi. Martin berada di posisi ketiga, sekitar 1,9 detik di belakang rekan setimnya. Bezzecchi kemudian mulai meningkatkan tekanan dengan mencatatkan putaran tercepat balapan, yakni 1 menit 29,991 detik, untuk memangkas jarak dengan Fernandez menjadi sekitar 0,4 detik.
Persaingan posisi keempat juga berlangsung sengit. Pada lap ke-13, Marc Marquez kembali melewati Acosta. Namun, dua lap kemudian, Acosta mengambil kembali posisinya di Tikungan 10. Perubahan posisi tersebut membuat perebutan tempat di lima besar semakin menarik, dengan Ai Ogura mulai mendekat dan ikut terlibat dalam persaingan.
Bezzecchi Ambil Alih Pimpinan Balapan
Momen penentu terjadi pada lap ke-19 dari total 27 lap. Setelah membayangi Fernandez sejak awal balapan, Bezzecchi akhirnya berhasil melakukan manuver untuk merebut posisi pertama. Pembalap Italia itu langsung memperlebar jarak setelah Fernandez melebar di Tikungan 1.
Pada lap yang sama, Bezzecchi kembali mencatatkan putaran tercepat dan membangun keunggulan sekitar 1,4 detik. Fernandez berusaha menjaga ritme untuk mempertahankan posisi kedua, sementara Martin berada di posisi ketiga dengan jarak sekitar 2,4 detik dari Fernandez.
Di belakang mereka, perebutan posisi keempat berlangsung antara Acosta, Marc Marquez, dan Ogura. Pembalap Jepang dari SuperFile Trackhouse MotoGP Team itu tampil kompetitif dan berhasil melewati Marc Marquez di Tikungan 16 pada lap ke-21, sehingga juara dunia tujuh kali tersebut turun ke posisi keenam.
Ogura kemudian melanjutkan tekanan terhadap Acosta. Meski pembalap KTM itu sempat merebut kembali posisinya di Tikungan 13, Ogura kembali melakukan manuver di Tikungan 16 dan berhasil mempertahankan keunggulan hingga fase akhir balapan.
Memasuki lap terakhir, Bezzecchi sudah unggul sekitar 3,3 detik. Keunggulan tersebut membuatnya dapat mengendalikan balapan hingga garis finis tanpa harus mengambil risiko berlebihan. Ia pun memastikan kemenangan penting di Mandalika setelah menjalani balapan yang konsisten dan penuh perhitungan.
Fernandez finis kedua dalam penampilan luar biasa. Meski mengalami patah pada dua jarinya akibat kecelakaan dalam Sprint, pembalap SuperFile Trackhouse MotoGP Team itu tetap mampu bertahan di barisan depan dan mengamankan podium.
Martin melengkapi podium di posisi ketiga. Hasil tersebut memberinya tambahan 16 poin yang sangat penting untuk kembali memimpin klasemen sementara kejuaraan dunia. Ia juga berhasil menjaga jarak dari Marc Marquez dalam persaingan gelar yang semakin ketat.
Aprilia Catat Sejarah di Mandalika
Keberhasilan Ogura mempertahankan posisi keempat sekaligus memastikan dominasi Aprilia dalam balapan utama di Mandalika. Untuk pertama kalinya, Aprilia meraih empat posisi teratas dalam satu balapan MotoGP melalui Bezzecchi, Fernandez, Martin, dan Ogura.
Acosta finis di posisi kelima, hanya terpaut sekitar 0,1 detik dari Ogura. Marc Marquez harus puas di posisi keenam setelah terlibat dalam persaingan ketat sepanjang balapan. Hasil tersebut membuatnya turun ke posisi kedua klasemen, tertinggal dua poin dari Martin.
Alex Marquez (BK8 Gresini Racing MotoGP) finis di posisi ketujuh, diikuti Di Giannantonio di posisi kedelapan. Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP) menempati posisi kesembilan setelah bersaing ketat dengan Di Giannantonio, sedangkan Enea Bastianini (Red Bull KTM Tech3) melengkapi 10 besar.
Pembalap lain yang berhasil meraih poin adalah Brad Binder (Red Bull KTM Factory Racing) di posisi ke-12, Johann Zarco (Castrol Honda LCR) di posisi ke-13, Franco Morbidelli (Pertamina Enduro VR46 Racing Team) di posisi ke-14, dan Alex Rins (Monster Energy Yamaha MotoGP) di posisi ke-15.
Bagi Bezzecchi, kemenangan di Mandalika menjadi momentum penting untuk kembali menekan para pesaingnya dalam perebutan gelar juara dunia. Meski masih tertinggal 46 poin dari Martin, hasil positif di Indonesia menjaga peluangnya tetap terbuka.
Sementara itu, Martin kembali memimpin klasemen dengan keunggulan tipis dua poin atas Marc Marquez. Persaingan menuju gelar juara dunia pun semakin menarik menjelang seri berikutnya di Phillip Island, Australia.
Dengan dominasi Aprilia di Mandalika dan selisih poin yang sangat tipis antara dua pembalap teratas, seri Australia diperkirakan akan menjadi salah satu penentu penting dalam perjalanan menuju akhir musim MotoGP 2026. (MGPA)
ARRIVE AND DRIVE
Ready to feel the adrenaline?Take on the track with Agya GR Arrive & Drive at Pertamina Mandalika International Circuit!Whether you want to take the wheel yourself or sit back and enjoy the ride, we've got you covered with our Toyota Agya GR Taxi Ride and Arrive & Drive programs.
JDM Fun Day
JDM (Japan Domestic Market) Fun Day is the biggest Japanese Car Community meet up in Indonesia. Followed by 85 high-performance JDM cars, this event initiated by the JDM community is conducted in a Time Attack format. JDM Funday Time Attack is divided into 3 classes according to car specifications: standard, street, and race. Racers from various backgrounds, including non-experienced drivers, experienced drivers, and professionals, have the opportunity to compete.
BOOK NOW