October, 25 2026
Category: R 2 MOTOSPORT
Phillip Island, Australia, 25 Oktober 2026 - Balapan utama MotoGP, Moto2, dan Moto3 dalam rangkaian Red Bull Grand Prix of Australia di Phillip Island terpaksa dibatalkan akibat jarak pandang yang terbatas pada Minggu (25/10/2026). Kondisi tersebut membuat helikopter medis tidak dapat beroperasi dengan aman, sehingga penyelenggara memutuskan untuk membatalkan seluruh balapan demi mengutamakan keselamatan pembalap dan semua pihak yang terlibat.
MotoGP Race Director, Graham Webber, menjelaskan bahwa keterbatasan jarak pandang menjadi kendala utama bagi operasional helikopter medis. Tanpa dukungan helikopter yang dapat beroperasi sesuai persyaratan keselamatan, balapan tidak dapat dilanjutkan.
Keputusan tersebut menjadi pukulan bagi para penggemar yang telah memadati tribun dan perbukitan di sekitar sirkuit legendaris Australia tersebut. Terlebih, gelaran ini menjadi momen perpisahan MotoGP dengan Phillip Island sebelum kejuaraan beralih ke Adelaide mulai 2027.
Meski tidak ada balapan yang berlangsung, para pembalap MotoGP tetap memberikan penghormatan terakhir kepada Phillip Island. Mereka melakukan dua putaran parade di belakang safety car, kemudian berhenti di lintasan lurus utama untuk menyapa dan berterima kasih kepada para penggemar yang tetap bertahan di sirkuit.
Momen tersebut menjadi penutup emosional bagi salah satu lintasan paling ikonik dalam sejarah kejuaraan dunia balap motor. Phillip Island selama puluhan tahun dikenal menghadirkan pertarungan sengit antarpembalap melalui karakter lintasannya yang cepat dan mengalir, dengan latar belakang pemandangan Selat Bass yang khas.
Carmelo Ezpeleta: Phillip Island Bagian dari Identitas MotoGP
CEO MotoGP Carmelo Ezpeleta menyampaikan kekecewaannya atas pembatalan balapan yang seharusnya menjadi bagian dari sejarah perpisahan kejuaraan dunia tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama, meskipun keputusan itu mengecewakan para penggemar yang telah melakukan perjalanan untuk menyaksikan momen terakhir MotoGP di Phillip Island.
Menurut Ezpeleta, Phillip Island bukan sekadar tempat penyelenggaraan balapan, melainkan bagian penting dari identitas MotoGP. Sejak pertama kali menggelar balapan pada 1987, sirkuit tersebut telah menghadirkan berbagai pertarungan spektakuler yang menjadi kenangan bagi pembalap dan penggemar dari berbagai generasi.
Karakter lintasan yang cepat, tantangan teknis yang menuntut keberanian, serta antusiasme suporter Australia menjadikan Phillip Island salah satu destinasi paling dihormati dalam kalender MotoGP.
Ezpeleta juga menyampaikan apresiasi kepada Australian Grand Prix Corporation beserta seluruh pihak yang selama bertahun-tahun telah membangun Grand Prix Australia menjadi salah satu penyelenggaraan yang disegani di dunia balap motor internasional.
Penghargaan khusus turut diberikan kepada para penggemar Australia yang dinilai telah menciptakan atmosfer unik di Phillip Island. Dukungan mereka, baik yang datang dari wilayah Victoria, berbagai daerah lain di Australia, maupun dari luar negeri, menjadi bagian penting dari perjalanan MotoGP di negara tersebut.
Australia Melahirkan Legenda MotoGP
Australia memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan MotoGP melalui sejumlah pembalap legendaris. Nama Wayne Gardner, Mick Doohan, Casey Stoner, dan Jack Miller menjadi bagian penting dalam sejarah kejuaraan dunia sekaligus menginspirasi generasi baru pembalap.
Tradisi tersebut akan berlanjut dengan hadirnya Senna Agius di kelas MotoGP pada 2027, sebagaimana disampaikan Ezpeleta dalam pesan perpisahannya. Kehadiran generasi baru diharapkan dapat menjaga hubungan kuat antara Australia dan kejuaraan dunia balap motor.
Bagi MotoGP, warisan Phillip Island tidak hanya terletak pada kemenangan dan persaingan di lintasan, tetapi juga pada kontribusi pembalap, penyelenggara, mitra, serta penggemar yang selama puluhan tahun membangun reputasi Grand Prix Australia.
Adelaide Babak Baru MotoGP Australia 2027
Setelah menutup perjalanan panjang di Phillip Island, MotoGP kini menatap babak baru di Adelaide mulai 2027. Ezpeleta menyebut penyelenggaraan di pusat kota Adelaide sebagai peluang untuk membawa MotoGP lebih dekat kepada masyarakat dan menjangkau lebih banyak penggemar.
Konsep tersebut dirancang agar pengalaman menyaksikan MotoGP terhubung dengan berbagai fasilitas perkotaan, termasuk akomodasi, restoran, hiburan, dan jaringan transportasi utama. Dengan demikian, penyelenggaraan di Adelaide diharapkan tidak hanya berpusat pada aktivitas di lintasan, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang lebih luas bagi pengunjung.
MotoGP berharap perubahan lokasi ini dapat memperkuat daya tarik kejuaraan di Australia, menjangkau penonton baru, sekaligus mempertahankan loyalitas penggemar yang telah mengikuti olahraga tersebut selama bertahun-tahun.
Ezpeleta menegaskan bahwa perpindahan ke Adelaide bukan sekadar perubahan tempat penyelenggaraan, melainkan upaya mengembangkan fondasi yang telah dibangun di Phillip Island agar MotoGP Australia memiliki masa depan yang lebih kuat.
Meski perpisahan dengan Phillip Island tidak berlangsung sesuai harapan akibat pembatalan balapan, warisan sirkuit tersebut akan tetap menjadi bagian dari sejarah MotoGP. Kenangan tentang persaingan sengit, keberanian para pembalap, dan dukungan luar biasa para penggemar akan terus melekat dalam perjalanan kejuaraan dunia.
“Terima kasih, Phillip Island,” menjadi pesan utama perpisahan Ezpeleta kepada sirkuit yang telah menjadi rumah bagi begitu banyak momen bersejarah.
MotoGP kini bersiap membuka lembaran baru di Adelaide pada 2027, dengan membawa seluruh kenangan dan warisan yang telah dibangun di Phillip Island selama puluhan tahun. (MGPA)
ARRIVE AND DRIVE
Ready to feel the adrenaline?Take on the track with Agya GR Arrive & Drive at Pertamina Mandalika International Circuit!Whether you want to take the wheel yourself or sit back and enjoy the ride, we've got you covered with our Toyota Agya GR Taxi Ride and Arrive & Drive programs.
JDM Fun Day
JDM (Japan Domestic Market) Fun Day is the biggest Japanese Car Community meet up in Indonesia. Followed by 85 high-performance JDM cars, this event initiated by the JDM community is conducted in a Time Attack format. JDM Funday Time Attack is divided into 3 classes according to car specifications: standard, street, and race. Racers from various backgrounds, including non-experienced drivers, experienced drivers, and professionals, have the opportunity to compete.
BOOK NOW