February, 09 2026

Category: R 2 MOTOSPORT

Mandalika Menyapa Dunia: MGPA Perkenalkan Mandalika di Lyon, Prancis

Lyon, Prancis, 9 Februari 2026 - Saat delegasi Indonesia dari MGPA melangkah ke ruang konferensi FIM di Lyon, Prancis pada 5–8 Februari 2026, yang dibawa bukan sekadar agenda mengikuti seminar dan pembaruan lisensi.

Di forum FIM Commissions Conference, Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku pengelola Pertamina Mandalika International Circuit juga membawa cerita besar tentang Lombok, Nusa Tenggara Barat tentang keindahan alamnya, kekayaan budayanya, dan tentang bagaimana sebuah sirkuit balap dapat menjadi jembatan menuju panggung dunia.

Cover
Delegasi dari federasi otomotif Australia, Paul Hinds (Motorcycling Australia Clerk of Course - WorldSBK, MotoGP, and ASBK Safety Officer membaca-baca majalah yang diberikan MGPA di sela-sela kegiatan konferensi FIM di Lyon, Prancis, Sabtu (7/2/2026).

Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria bersama tim MGPA, memanfaatkan momentum strategis tersebut untuk memperkenalkan Lombok bukan hanya sebagai lokasi MotoGP, tetapi sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang memiliki karakter kuat dan identitas unik.

“Lombok jauh lebih dari sekadar tempat berdirinya sirkuit balap. Mandalika adalah bagian dari kawasan pariwisata yang memiliki keindahan alam luar biasa, budaya yang autentik, dan masyarakat yang ramah. Itu yang kami perkenalkan kepada dunia,” ujar Priandhi.

Majalah
Beth Miller (FIM WSBK Permanent Steward) mencermati majalah tentang Mandalika yang diserakan MGPA di sela-sela konferensi FIM di Lyon, Prancis, Sabtu (7/2/2026).

Membawa Pesona Lombok ke Forum Motorsport Dunia
Di sela-sela sesi formal konferensi, Priandhi menjelaskan dan membagikan brosur mengena Pertamina Mandalika International Circuit yang juga berisi mengenai Mandalika. Lkmbok dan NTB secara umum kepada para delegasi FIM bagaimana Lombok menyuguhkan pengalaman yang tidak ditemukan di sirkuit lain di dunia. Pantai-pantai berpasir putih, bukit hijau yang mengelilingi lintasan, hingga panorama laut biru yang mengitari kawasan Mandalika menjadi daya tarik tersendiri.

Priandhi Satria memaparkan destinasi seperti Pantai Seger, Bukit Merese, Gili Trawangan, hingga budaya masyarakat Sasak yang menjadi identitas lokal. Narasi tersebut memperlihatkan bahwa Mandalika bukan sekadar lintasan balap, tetapi bagian dari ekosistem pariwisata yang hidup dan berkembang.

“Ketika Anda berada di Mandalika, Anda tidak hanya menyaksikan balapan. Anda merasakan lanskap tropis, budaya lokal, dan pengalaman wisata yang menyatu dengan olahraga kelas dunia,” jelas Priandhi kepada para peserta konferensi.

FIM
Delegasi federasi otomotif dari berbagai negara berbincang di sela-sela FIM Commissions Conference di Lyon, Prancis, Sabtu (7/2/2026).

Membagikan Cerita Lombok Lewat Majalah dan Brosur
Tidak hanya melalui presentasi dan diskusi, Priandhi Satria bersama tim MGPA juga secara langsung membagikan majalah serta brosur promosi kepada para delegasi FIM dari berbagai negara.

Materi tersebut memuat informasi komprehensif mengenai Lombok, Kawasan The Mandalika, serta Pertamina Mandalika International Circuit mulai dari keunggulan destinasi wisata, infrastruktur kawasan, kalender event internasional, hingga potensi pengembangan sport tourism jangka panjang.

Majalah yang dibagikan menampilkan foto-foto panorama Mandalika dengan latar lintasan balap yang menyatu dengan alam, lengkap dengan informasi mengenai hotel, aksesibilitas, fasilitas paddock, serta dukungan pemerintah daerah dan nasional terhadap pengembangan kawasan.

Brosur tersebut juga memuat kalender event 2025–2026, termasuk MotoGP, WorldSBK, Mandalika Racing Series, dan Mandalika Festival of Speed serta berbagai kegiatan nasional yang terus dikembangkan untuk menjaga keberlanjutan Kawasan The Mandalika.

“Kami ingin para delegasi tidak hanya mendengar cerita tentang Mandalika, tetapi juga membawa pulang gambaran visual dan informasi lengkapnya. Ini bagian dari upaya positioning Indonesia sebagai destinasi sport tourism dunia,” ujar Priandhi.

Langkah ini menjadi bentuk diplomasi konkret menggabungkan olahraga, promosi pariwisata, dan branding nasional dalam satu forum strategis.

Mandalika: Sport Tourism Berbasis Keberlanjutan
Dalam forum tersebut, Priandhi juga menegaskan bahwa Pertamina Mandalika International Circuit dirancang sebagai bagian dari konsep sport tourism berkelanjutan. Lintasan yang mengikuti kontur alam, kawasan yang terintegrasi dengan destinasi wisata, serta pengembangan event nasional seperti Mandalika Racing Series (MRS) menjadi bukti bahwa Mandalika dibangun dengan visi jangka panjang.
Menurut Priandhi, pendekatan ini penting agar event motorsport tidak berdiri sendiri. “Kami ingin setiap event internasional yang digelar di Mandalika memberikan dampak ekonomi dan pariwisata langsung bagi NTB dan Indonesia. Motorsport harus memberi multiplier effect,” tegasnya.

Majalah
Delegasi federasi otomotif dari Thailand, Kung Thearakit (COC Chang Buriram Circuit, Thailand), menerima majalah dari MGPA di sela-sela konferensi FIM di Lyon, Prancis, Sabtu (7/2/2026).

Diplomasi Pariwisata di Forum Regulasi Dunia
FIM Commissions Conference memang membahas regulasi, keselamatan, dan tata kelola balap dunia. Namun bagi MGPA, forum ini juga menjadi ruang diplomasi strategis.
Priandhi menyebut, memperkenalkan Lombok di forum internasional seperti ini adalah bagian dari positioning Indonesia di peta motorsport global.

“Ketika kita hadir di forum ini, kita bukan hanya bicara soal regulasi dan lisensi. Kita juga membawa identitas daerah, membawa cerita tentang Mandalika dan Lombok. Itu bagian dari diplomasi kita,” ujarnya.
Respons para delegasi pun positif. Sejumlah peserta konferensi menyatakan ketertarikan untuk melihat langsung Mandalika dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu referensi pengembangan sport tourism berbasis sirkuit.

Majalah
Delegasi federasi otomotif berbagai negara berbincang-bincang di sela-sela konferensi FIM di Lyon, Prancis, Sabtu (7/2/2026).

Dari Lyon, Mandalika Menyapa Dunia
Di akhir konferensi, pesan yang tertanam bukan hanya soal Super Licence yang diperpanjang atau regulasi yang diperbarui. Lebih dari itu, Lombok kini semakin dikenal oleh para pengambil keputusan balap dunia.
Bagi Priandhi Satria, langkah ini adalah bagian dari visi besar MGPA.

“Kami tidak ingin Mandalika hanya dikenal saat MotoGP berlangsung. Kami ingin dunia tahu bahwa Lombok adalah destinasi yang lengkap, alamnya indah, budayanya kuat, dan infrastrukturnya siap untuk event kelas dunia,” ungkap Priandhi.

Dari Lyon, Prancis, narasi tentang Lombok kembali ditegaskan ke panggung global. Mandalika bukan sekadar sirkuit, tetapi pintu masuk bagi dunia untuk mengenal Nusa Tenggara Barat dan Indonesia lebih luas lagi.

Priandhi Satria menegaskan bahwa membawa Lombok ke forum FIM bukan sekadar strategi promosi, tetapi bagian dari kebanggaan nasional.

“Setiap kali kami berdiri di forum internasional seperti ini, kami membawa nama Indonesia. Kami membawa Lombok, membawa NTB, membawa Merah Putih. Ini bukan hanya soal sirkuit, tapi soal harga diri bangsa di panggung dunia,” tegas Priandhi.

Menurutnya, Mandalika adalah simbol transformasi Indonesia di sektor sport tourism. “Dulu kita hanya menjadi penonton di balap dunia. Hari ini, kita menjadi tuan rumah. Itu perjalanan yang membanggakan,” semangat Priandhi Satria.

Majalah
Delegasi federasi otomotif dari Belanda, Arjan van Ekele (COC Assen Circuit, Netherland) berterima kasih kepada MGPA telah mengenalkan Lombok dan The Mandalika di sela-sela konferensi FIM, Sabtu (7/2/2026).

Dirut MGPA ini juga menekankan bahwa pengenalan Lombok di Lyon adalah bentuk soft diplomacy Indonesia melalui olahraga. “Kami ingin ketika orang menyebut MotoGP Mandalika, yang terbayang bukan hanya tikungan dan lintasan, tetapi juga laut biru, budaya Sasak, keramahan masyarakat, dan semangat Indonesia yang terus maju,” tutur Priandhi Satria.

Baginya, Mandalika adalah etalase Indonesia di mata dunia. “Mandalika adalah etalase Indonesia modern, profesional, siap, dan kompeten namun tetap berakar pada budaya dan alamnya. Itulah kekuatan kita,” ungkap Priandhi Satria.

Menutup pernyataannya, ia menyampaikan optimisme jangka panjang. “Kami ingin dunia datang ke Mandalika bukan hanya untuk balapan, tetapi untuk merasakan Indonesia. Dan ketika mereka pulang, mereka membawa cerita tentang negeri yang mampu berdiri sejajar dengan negara-negara besar motorsport dunia,” pungkas Priandhi Satria. (MGPA)

Share
img-single

ARRIVE AND DRIVE

Ready to feel the adrenaline?Take on the track with Agya GR Arrive & Drive at Pertamina Mandalika International Circuit!Whether you want to take the wheel yourself or sit back and enjoy the ride, we've got you covered with our Toyota Agya GR Taxi Ride and Arrive & Drive programs.

img-tmb-1

ARRIVE AND DRIVE

img-tmb-2

MANDALIKA TRACK EXPERIENCE

img-tmb-3

MANDALIKA RACING EXPERIENCE (RADICAL)

img-tmb-4

MANDALIKA ARRIVE AND DRIVE (+TAXI RIDE)

img-tmb-5

LAMPAQ DI CIRCUIT

img-tmb-6

MANDALIKA TRACK DAY (4 WHEELS)

img-tmb-7

MANDALIKA TRACK DAY ( 2 WHEELS)

Related News
img-event-right-1

GT WORLD CHALLENGE ASIA

GT WORLD CHALLENGE ASIA

BUY NOW
img-event-right-3

JDM Fun Day

JDM (Japan Domestic Market) Fun Day is the biggest Japanese Car Community meet up in Indonesia. Followed by 85 high-performance JDM cars, this event initiated by the JDM community is conducted in a Time Attack format. JDM Funday Time Attack is divided into 3 classes according to car specifications: standard, street, and race. Racers from various backgrounds, including non-experienced drivers, experienced drivers, and professionals, have the opportunity to compete.

BOOK NOW
footer-bg