September, 18 2026

Category: NON MOTOSPORT

Track Maintenance untuk Menjaga Performa Lintasan Jelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

The Mandalika, 17 September 2026 — Di Pertamina Mandalika International Circuit pemeliharaan sirkuit atau track maintenance berlangsung sepanjang tahun. Menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 pada 9–11 Oktober, ritmenya ditingkatkan untuk memastikan seluruh bagian sirkuit siap menghadapi balapan MotoGP.

Muhammad Awallutfi Andhika Putra selaku Track, Race Electronic, and Motorsport Manager MGPA di Pertamina Mandalika International Circuit,  menjelaskan, persiapan MotoGP bukan berarti pemeliharaan baru dimulai menjelang balapan. Menurut dia, pemeliharaan sirkuit telah menjadi pekerjaan rutin sejak sirkuit mulai beroperasi.

“Memang kita sudah memaintain sirkuit ini selama setahun penuh. Kita rutin sejak 2023 memaintain sirkuit ini setiap hari,” kata Awallutfi. Karena itu, menjelang MotoGP, yang dilakukan adalah meningkatkan intensitas pekerjaan. “Persiapan-persiapan menuju MotoGP sebenarnya kita naikkan intensitasnya kita naikkan ritmenya dengan pekerjaan yang sifatnya maintenance,” ujarnya.

Pekerjaan mencakup area lintasan, area gravel, pagar hingga berbagai fasilitas pendukung. Pemeriksaan dilakukan baik untuk menemukan persoalan yang harus diperbaiki maupun untuk memastikan komponen yang masih baik tetap berada dalam kondisi sesuai standar.

Dhika
Muhammad Awallutfi Andhika Putra selaku Track, Race Electronic, and Motorsport Manager MGPA di Pertamina Mandalika International Circuit, menjelaskan berbagai tahapan persiapan teknis sirkuit jelang digelarnya Pertamina Grand Prix of Indonesia pada 9 - 11 Oktober 2026.

Pemeliharaan Sirkuit

Salah satu dasar pekerjaan tahun ini adalah FIM Request of Work yang diterima setelah penyelenggaraan MotoGP 2025. Menurut Awallutfi, dokumen tersebut diterima sehari setelah balapan tahun lalu dan langsung menjadi acuan untuk persiapan musim berikutnya.

“Request of Work ini keluar sehari setelah MotoGP 2025 tahun lalu dan kita langsung melakukan persiapan untuk setahun ke depan, yaitu untuk tahun ini,” katanya. Salah satu pekerjaan yang diminta FIM berkaitan dengan area run-off . Ada tambahan sambungan beton yang dibuat berdasarkan metode, material dan tata letak yang telah disetujui FIM. Permukaan bagian tersebut kemudian disiapkan menggunakan pengecatan sesuai standar FIM.

Track
Pengecatan kerb lintasan Pertamina Mandalika International Circuit dilakukan oleh tenaga lokal putra daerah Nusa Tenggara Barat, jelang tiga pekan Pertamina Grand Prix of Indonesia 9 - 11 Oktober 2026 mendatang.

Perhatian juga diberikan terhadap ketinggian dan elevasi area run-off . Setelah digunakan selama sekitar lima tahun, permukaan dapat mengalami pergeseran akibat siklus panas dan hujan. Karena itu, re-elevasi dilakukan secara berkala. “Sudah terkena hujan panas, hujan panas, jadi tetap ada pergeseran,” ujar Awallutfi.

Menurut dia, re-elevasi memang dilakukan dalam siklus sekitar dua sampai tiga tahun. Pekerjaan tahun ini telah dilakukan untuk memastikan area tersebut kembali memenuhi persyaratan sebelum pemeriksaan resmi.

Pemeliharaan juga tidak terbatas pada pekerjaan besar. Pembersihan lintasan tetap dilakukan sebagaimana rutinitas sehari-hari. Untuk 2026, terdapat pula persyaratan kesiapan kendaraan pembersih yang harus tersedia selama rangkaian balapan, termasuk sebelum perlombaan dimulai.

“Di 2026 ini semua sirkuit harus mempunyai tiga cleaning car, road sweeper, vacuum sprayer yang standby sepanjang race dan sebelum race kita melakukan cleaning ,” katanya.

Lintasan juga diperiksa secara langsung dengan berjalan mengelilingi area sirkuit. Cara sederhana tersebut tetap menjadi bagian penting untuk menemukan kondisi yang mungkin tidak terlihat melalui pemeriksaan dari kendaraan.

Dhika
Muhammad Awallutfi Andhika Putra selaku Track, Race Electronic, and Motorsport Manager MGPA di Pertamina Mandalika International Circuit, menjelaskan kondisi aspal sirkuit secara umum masih baik dan aman.

Menjaga Aspal dan Karakter Lintasan

Bagi sebuah sirkuit, kondisi aspal menjadi salah satu perhatian utama. Permukaan yang digunakan terus-menerus menghadapi beban kendaraan balap, pengereman keras, temperatur tinggi dan gesekan ban.

Namun, menurut Awallutfi, kondisi aspal Mandalika secara umum masih baik dan aman. Beberapa goresan yang muncul mendapatkan patching menggunakan metode yang telah diterapkan sebelumnya, termasuk cold patching . “Secara general masih bagus, masih aman. Ada beberapa goresan tapi kita sudah patching sesuai dengan metode yang sudah kita lakukan di tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Tidak ada resurfacing baru pada lintasan utama menjelang MotoGP 2026. Pekerjaan resurfacing terakhir dilakukan pada 2022. “Resurfacing terakhir sejauh ini yang kita lakukan adalah di 2022,” kata Awallutfi. Menurut dia, hasil pekerjaan tersebut masih menunjukkan kondisi yang baik. “Perkerasan aspal yang kita gunakan setelah resurfacing 2022 itu memang sangat bagus, sangat bagus dan sangat kuat,” ujarnya.

Track
Petugas melakukan pengecekan dan pemeliharaan lintasan Pertamina Mandalika International Circuit jelang Pertamina Grand Prix of Indonesia pada 9-11 Oktober 2026. Para petugas ini adalah tenaga lokal dari Nusa Tenggara Barat.

Ia memperkirakan lapisan aspal tersebut masih dapat bertahan dalam jangka panjang. Di permukaan lintasan, tidak ditemukan retak rambut yang menjadi indikasi kerusakan struktural. Yang terlihat terutama berupa goresan akibat penggunaan kendaraan balap. “Yang ada hanya goresan karena dipakai untuk balapan, jadi tergores body mobil, body motor, dan itu wajar untuk sirkuit seluruh dunia,” kata Awallutfi.

Jejak tersebut, menurut dia, dapat dianggap sebagai battle scars dari lintasan yang terus digunakan. Justru penggunaan sirkuit secara rutin menjadi bagian dari upaya menjaga karakter permukaan. “Perawatan terbaik bagi sirkuit adalah dipakai terus,” ujarnya.

Karakter Mandalika juga tidak dapat dipisahkan dari kondisi geografisnya. Berada di kawasan dekat pantai membuat temperatur menjadi salah satu tantangan tersendiri. Panas lintasan pada akhirnya menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam strategi ban. “Kita memang dapat tambahannya, sirkuit kita itu berada di area yang sangat panas karena di dekat pantai,” kata Awallutfi. “Panasnya itu masih penting dan itu menjadi salah satu tantangan juga untuk menjaga strategi ban bagi para pembalap.”

Untuk menjaga karakter permukaan, sejumlah pengujian dilakukan, antara lain macro texture test, grip test dan skid test. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan karakter permukaan tetap sesuai dengan kebutuhan sirkuit.

Dhika
Muhammad Awallutfi Andhika Putra selaku Track, Race Electronic, and Motorsport Manager MGPA di Pertamina Mandalika International Circuit, menjelaskan pemeliharaan sirkuit telah menjadi pekerjaan rutin sejak sirkuit mulai beroperasi.

Ketika Hujan Menguji Mandalika

Selain aspal, sistem drainase menjadi bagian penting dalam keselamatan lintasan. Air yang tidak segera mengalir dapat memengaruhi kondisi permukaan dan meningkatkan risiko ketika balapan berlangsung dalam cuaca basah. Karena itu, pemeriksaan drainase dilakukan secara berkala. “Drainage kita memang selalu mengecek per tiga bulan, terutama pada saat intensitas musim hujan itu lagi tinggi-tingginya,” ujar Awallutfi.

Menurut dia, saluran drainase di dalam kawasan sirkuit dan sambungannya menuju sistem utama masih dalam kondisi baik. Material yang masuk juga relatif sedikit dan umumnya berupa debu atau kotoran dari kendaraan. “Tidak ada material-material besar yang masuk ke dalam drainage,” katanya.

Kemampuan sistem tersebut menjadi semakin penting karena Mandalika pernah menghadapi kondisi hujan dengan intensitas tinggi ketika balapan berlangsung. Dalam kondisi ekstrem sekalipun, air dapat surut dalam waktu relatif singkat. “Kalau intensitasnya anomali, yang benar-benar hujan dengan intensitas ekstrem dalam waktu yang singkat bahkan panjang, air akan menghilang dari track kurang dari lima menit,” kata Awallutfi.

Pengalaman menghadapi cuaca ekstrem menjadi bagian dari kesiapan sirkuit. Menurut dia, apabila pernah terjadi penundaan dalam kondisi tersebut, persoalannya bukan disebabkan oleh kondisi fisik lintasan. “Kita pernah beberapa kali balapan di keadaan cuaca yang sangat-sangat ekstrem,” ujarnya. “Tidak penundaan karena hujannya sendiri, bukan karena kondisi lintasannya.”

Di sisi lain, run-off dan kerb juga mendapatkan perhatian. Pada kerb, lapisan cat yang telah menurun kondisinya dikerok dan dihaluskan. Permukaannya kemudian diberi tekstur kembali, dilapisi cat dasar, dan dilanjutkan dengan pengecatan akhir. “Sebelum dicat kita melakukan pengerokan atau mengelupaskan beberapa bagian yang sudah tidak bagus catnya,” ujar Awallutfi.

Setelah penghalusan dan pemberian tekstur, permukaan diberi lapisan dasar sebelum ditutup dengan cat final. Spesifikasi kerb tetap mengacu pada standar FIM. “Keadaan curb masih sama semuanya sesuai dengan spek di FIM,” katanya.

Sementara itu, area run-off tidak mengalami perubahan besar pada desain. Penyesuaian lebih diarahkan pada elevasi akibat kemungkinan pergerakan permukaan setelah terkena hujan dan kondisi lingkungan.

Mas Dhika
Muhammad Awallutfi Andhika Putra selaku Track, Race Electronic, and Motorsport Manager MGPA di Pertamina Mandalika International Circuit, menjelaskan tahapan track maintenance jelang Pertamina Grand Prix of Indonesia yang digelar 9 - 11 Oktober 2026. Pekerjaan tersebut antara lain mencakup area lintasan, area gravel, pagar hingga berbagai fasilitas pendukung.

Berpacu dengan Padatnya Kalender Sirkuit

Tantangan terbesar bagi tim pemeliharaan bukan semata-mata pekerjaan teknis, melainkan bagaimana menemukan waktu untuk mengerjakannya. Sirkuit Mandalika semakin padat digunakan sejak 2023. “Sirkuit kita sejak 2023 itu penuh. Angka kunjungan dan okupansi selalu meningkat,” ujar Awallutfi.

Padatnya kegiatan membuat pekerjaan harus diatur agar tidak mengganggu aktivitas di lintasan. Karena itu, tim harus memanfaatkan celah waktu yang tersedia. “Kita harus mengatur gimana caranya melakukan perawatan dengan optimal di sela-sela padatnya jadwal tapi juga tetap efisien,” katanya.

Pekerjaan dibagi berdasarkan target harian, mingguan dan bulanan. Ketika aktivitas sirkuit berlangsung pada siang hari, sebagian pekerjaan dapat dipindahkan ke malam. “Kadang kita harus menukar shift. Jadi kerja pagi track dipakai untuk kegiatan, kita akan melakukan maintenance-nya di malam hari,” ujar Awallutfi.

Dengan pola tersebut, pekerjaan menjelang MotoGP bukanlah pekerjaan yang dilakukan secara mendadak. Yang dilakukan adalah mengatur kembali prioritas, tenaga kerja dan waktu agar seluruh target dapat selesai sesuai jadwal. Tim menargetkan pekerjaan utama selesai pada 4 atau 5 Oktober, sebelum memasuki pekan balapan. “Kita akan selesai sebelum minggu race-nya. Target kita tanggal 4 Oktober atau 5 Oktober sudah selesai semua,” katanya.

Pekerjaan tersebut mengacu pada standar sirkuit, prinsip pemeliharaan infrastruktur serta FIM Request of Work Perkembangan pekerjaan juga dilaporkan secara berkala kepada FIM.

track
Area dan kondisi rumput sepanjang lintasan sirkuit dipelihara agar tetap memancarkan estetika saat tersorot kamera dan disaksikan jutaan penggemar MotoGP di seluruh penjuru dunia.

Pekerjaan di Balik Layar

Jika permukaan lintasan dapat dilihat langsung oleh penonton, sebagian pekerjaan lain justru berlangsung di balik layar. Sistem elektronik, jaringan komunikasi dan pengawasan menjadi bagian yang tidak kalah penting dalam penyelenggaraan balapan. Tahun ini, sistem CCTV di sirkuit mendapatkan peningkatan. Pembaruan tersebut dilakukan atas permintaan FIM dengan penggunaan kamera Ultra HD. “CCTV kami sekarang sudah di-upgrade atas permintaan FIM untuk Ultra HD,” kata Awallutfi.

Peningkatan tersebut memungkinkan pengawasan terhadap lintasan dilakukan dengan tingkat detail yang lebih tinggi. Backbone jaringan juga ditingkatkan mengikuti perkembangan sistem Dorna. “Backbone jaringannya juga sudah di-upgrade karena sistem Dorna sudah di-upgrade,” ujarnya.

Bagi tim, pekerjaan semacam itu memiliki karakter yang berbeda. Tidak seperti pengecatan kerb atau pembersihan lintasan yang dapat langsung dilihat, sistem elektronik baru terasa penting ketika dibutuhkan. “Beban terbesarnya justru yang tidak terlihat secara fisik,” ujar Awallutfi.

Ia mengibaratkan perangkat tersebut seperti sistem saraf pada tubuh manusia. “Tidak terlihat tapi itu penting, esensial untuk menjalankan balapan. Ibaratnya itu saraf di otak manusia, kita harus memastikan itu berfungsi terus,” katanya.

Selama race weekend , tim pemeliharaan tetap berada di pos masing-masing di sekitar lintasan. Peralatan dan toolbox disiapkan sehingga ketika terjadi persoalan, tim dapat segera melakukan tindakan sesuai arahan Race Director, Safety Officer dan delegasi FIM.

Standby tersebut bukan berarti seluruh tim bekerja tanpa henti selama 24 jam. Mereka berada dalam posisi siap merespons kebutuhan selama kegiatan balap berlangsung.

Kerb
Area kerbs dilapisi dengan cat khusus yang telah terhomologasi oleh FIM. Cat ini tidak hanya berfungsi memberikan warna kontras seperti merah dan putih, tetapi juga dirancang agar memiliki tingkat grip yang mendekati permukaan lintasan.

Menunggu Pemeriksaan Terakhir FIM

Rangkaian pekerjaan lapangan pada akhirnya bermuara pada satu tahapan penting: pemeriksaan resmi sebelum MotoGP dimulai.

Pada 8 Oktober, tim akan melakukan simulasi, pengecekan sistem, testing dan commissioning. Pada sore harinya, pemeriksaan lintasan dilakukan bersama track inspector dan FIM Safety Officer.

“Untuk simulasinya akan dilakukan tanggal 8 Oktober, itu sekalian cek sistem, testing, commissioning,” kata Awallutfi. Setelah itu, pemeriksaan lintasan dilakukan dengan mengelilingi sirkuit dan memeriksa bagian demi bagian. “Sorenya ditutup dengan track inspection,” ujarnya. “Kita akan keliling satu track untuk mengecek satu-persatu.”

Hasil pemeriksaan kemudian menjadi bagian dari laporan homologasi. Jika seluruh persyaratan terpenuhi, FIM Safety Officer akan memberikan pernyataan kelayakan untuk penyelenggaraan MotoGP. “Setelah track inspection baru akan dinyatakan layak untuk grade A dan bisa menggelar balapan MotoGP,” kata Awallutfi.

Homologasi Grade A merupakan pencapaian hasil pekerjaan menyeluruh. Kondisi aspal saja tidak cukup. Grip harus didukung drainase. Drainase harus berjalan bersama run-off. Kerb , sistem elektronik dan berbagai perangkat keselamatan juga harus bekerja sebagai satu kesatuan.

“Tidak bisa memilih salah satu. Jadi aspek itu saling mendukung, saling berkaitan satu sama lain,” ujar Awallutfi. Ia mencontohkan, “Tidak bisa grip-nya dipikirkan tapi tidak ada drainase. Tidak bisa drainase dipikirkan tanpa ada grip..” Seluruh pekerjaan itu kembali kepada tujuan paling mendasar: keselamatan pembalap dan kelancaran balapan. “Target di lapangan ya pembalap nyaman dan aman dengan grip dan balapan bisa berlangsung aman dan menarik dan penonton juga suka,” katanya.

Menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, sebagian besar pekerjaan itu mungkin tidak akan terlihat dari tribun. Penonton hanya akan melihat lintasan yang bersih, kerb yang kembali berwarna, kamera yang mengawasi setiap tikungan, serta pembalap yang melaju dalam kecepatan tinggi.

Namun, di balik pemandangan tersebut terdapat pekerjaan yang berlangsung berbulan-bulan. Ada pemeriksaan drainase, pengujian grip, patching, pengecatan, re-elevasi, pemeriksaan perangkat elektronik hingga kesiapan personel yang akan berada di pinggir lintasan ketika balapan berlangsung. Perawatan paling optimal dan paling mudah adalah dipakai tiap hari,” ujar Awallutfi.

Ketika suara mesin MotoGP kembali bergemuruh dan menggema di Pertamina Mandalika International Circuit pada 9 - 11 Oktober 2026 nanti, keberhasilan pekerjaan akan dibuktikan. Sebab, dalam sebuah balapan, pekerjaan pemeliharaan yang paling berhasil adalah pekerjaan yang membuat lintasan tetap bekerja sebagaimana mestinya aman, konsisten dan siap digunakan ketika para pembalap memasuki tikungan dan memacu di trek lurus dengan disambut gempita sorak ratusan ribu penonton. (MGPA)

Share
img-single

ARRIVE AND DRIVE

Ready to feel the adrenaline?Take on the track with Agya GR Arrive & Drive at Pertamina Mandalika International Circuit!Whether you want to take the wheel yourself or sit back and enjoy the ride, we've got you covered with our Toyota Agya GR Taxi Ride and Arrive & Drive programs.

img-tmb-1

ARRIVE AND DRIVE

img-tmb-2

MANDALIKA TRACK EXPERIENCE

img-tmb-3

MANDALIKA RACING EXPERIENCE (RADICAL)

img-tmb-4

MANDALIKA ARRIVE AND DRIVE (+TAXI RIDE)

img-tmb-5

LAMPAQ AT CIRCUIT

img-tmb-6

MANDALIKA TRACK DAY (4 WHEELS)

img-tmb-7

MANDALIKA TRACK DAY ( 2 WHEELS)

Related News
img-event-right-1

GT WORLD CHALLENGE ASIA

GT WORLD CHALLENGE ASIA

BUY NOW
img-event-right-3

JDM Fun Day

JDM (Japan Domestic Market) Fun Day is the biggest Japanese Car Community meet up in Indonesia. Followed by 85 high-performance JDM cars, this event initiated by the JDM community is conducted in a Time Attack format. JDM Funday Time Attack is divided into 3 classes according to car specifications: standard, street, and race. Racers from various backgrounds, including non-experienced drivers, experienced drivers, and professionals, have the opportunity to compete.

BOOK NOW
footer-bg