September, 13 2026

Category: R 2 MOTOSPORT

Marc Marquez Manfaatkan Kesalahan Bezzecchi, Rebut Puncak Klasemen MotoGP di Misano

Misano, 13 September 2026 — Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) berhasil memanfaatkan drama pada lap pertama untuk meraih kemenangan di Grand Prix San Marino 2026 sekaligus mengambil alih posisi teratas klasemen MotoGP. Kemenangan di Sirkuit Misano tersebut menjadi kemenangan ke-78 Marquez di kelas MotoGP dan menjadi momentum penting dalam perburuan gelar juara dunia musim ini.

Hasil tersebut terasa semakin dramatis karena perubahan peta persaingan terjadi sejak awal balapan. Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) yang memulai balapan sebagai salah satu kandidat terkuat untuk meraih kemenangan justru mengalami kecelakaan pada Lap 1. Insiden tersebut membuat peluang Bezzecchi mengamankan 25 poin di balapan utama seketika sirna.

San Marino
Pembalap MotoGP memasuki tikungan pertama pada Grand Prix San Marino, Minggu (13/9/2026).

Bagi Marquez, insiden itu menjadi peluang besar. Setelah sempat disebut berada di luar persaingan gelar setelah mengalami kecelakaan di Le Mans, pembalap bernomor 93 tersebut kini justru kembali berada di puncak klasemen dunia.

Menariknya, tujuh seri sebelumnya Marquez masih tertinggal hingga 102 poin dari pemimpin klasemen. Namun, rangkaian hasil positif secara perlahan mengubah situasi. Kemenangan di Misano membuat Marquez kini mengoleksi 274 poin, sama dengan Jorge Martin (Aprilia Racing) yang berada di posisi kedua klasemen.

Bezzecchi Jatuh di Lap Pertama

Drama utama terjadi begitu balapan dimulai. Berbeda dengan Sprint sehari sebelumnya, Bezzecchi mampu mempertahankan posisinya ketika memasuki Tikungan 1 dan tetap berada di depan Marquez.

Marquez harus puas berada di posisi kedua pada fase awal. Ia belum mendapatkan peluang untuk melakukan serangan berarti selama sebagian besar Lap 1.

Bezz
Marco Bezzechi (Aprilia Racing) sempat memimpin di lap awal sebelum jatuh di tikungan ke-13 pada Grand Prix San Marino, Minggu (13/9/2026).

Namun, situasi berubah drastis di Tikungan 13. Bezzecchi kehilangan bagian depan motornya dan terjatuh ketika masih memimpin balapan. Pembalap Aprilia tersebut harus mengubur peluang untuk mengamankan 25 poin penting di kandangnya sendiri.

Beruntung, Bezzecchi tidak mengalami cedera serius. Namun, kecelakaan tersebut menjadi pukulan besar bagi ambisinya dalam perebutan gelar juara dunia 2026.

Kepergian Bezzecchi dari persaingan di depan secara otomatis membuat Marquez mengambil alih posisi terdepan. Di belakangnya, Jorge Martin (Aprilia Racing) naik ke posisi kedua.

Bagi Marquez, situasi tersebut merupakan keuntungan besar. Balapan yang sebelumnya diprediksi akan menjadi pertarungan sengit antara sejumlah kandidat juara dunia berubah menjadi kesempatan bagi pembalap Ducati Lenovo Team untuk memperkuat posisinya di klasemen.

Martin Memberikan Tekanan

Meski Marquez sudah memimpin, balapan sama sekali belum berjalan mudah. Jorge Martin mulai memberikan tekanan serius. Pada Lap 5, jarak antara Marquez dan Martin hanya sekitar 0,4 detik. Di saat yang sama, Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) terlibat duel ketat dengan Alex Marquez (BK8 Gresini Racing MotoGP).

Martin
Jorge Martin (Aprilia Racing) mengambil alih pimpinan balapan dari Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) pada Grand Prix San Marino, Minggu (13/9/2026).

Alex akhirnya berhasil melewati Acosta dan kemudian mulai mengejar dua pembalap di depan. Martin kemudian membuat langkah berani pada Lap 7. Memanfaatkan Tikungan 4, pembalap Aprilia tersebut menyelip dari sisi dalam dan berhasil mengambil alih posisi terdepan dari Marquez. Situasi tersebut membuat Marquez turun ke posisi kedua. Bahkan, tekanan semakin besar karena Alex Marquez mulai menempel di belakangnya.

Marc Marquez Membalikkan Keadaan

Marquez meningkatkan kecepatannya dengan mencatat beberapa lap terbaik secara personal. Perlahan, jarak dengan Martin kembali terpangkas.

Momentum tersebut mencapai puncaknya pada Lap 12. Memasuki Tikungan 6, Marquez melancarkan serangan dan berhasil merebut kembali posisi terdepan dari Martin. Setelah kembali berada di depan, pembalap Ducati Lenovo Team itu mulai memperlebar jarak. Dalam beberapa lap berikutnya, keunggulan Marquez meningkat hingga sekitar 0,7 detik.

Masalah bagi Martin belum berhenti di sana. Pada Lap 14, Alex Marquez melakukan manuver di Tikungan 6 dan berhasil mengambil posisi kedua. Martin pun turun ke posisi ketiga.

Marc
Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) membalikkan keadaan dan kembali mengambil alih posisi dari Jorge Martin (Aprlia Racing) pada Grand Prix San Marino, Minggu (13/9/2026).

Duel antara Alex dan Acosta kemudian menjadi faktor penting dalam perebutan podium. Pada Lap 16, Acosta menunjukkan kecepatannya. Pembalap Red Bull KTM Factory Racing itu menyerang di Tikungan 8 dan berhasil melewati Martin untuk merebut posisi ketiga. Martin pun harus turun dari podium.

Dengan Martin mulai kehilangan posisi, keuntungan Marquez semakin besar. Namun, pembalap Ducati Lenovo Team tersebut belum sepenuhnya aman. Alex Marquez terus menjaga tekanan. Lima lap sebelum finis, Alex hanya terpaut sekitar 0,5 detik dari sang kakak.

Acosta juga tidak terlalu jauh dari Alex. Pembalap KTM tersebut berada sekitar 1,1 detik di belakangnya dan bahkan menjadi pembalap tercepat di antara tiga pembalap terdepan.

Situasi ini membuat pertarungan menuju finis tetap terbuka. Dua lap sebelum bendera finis dikibarkan, jarak Marquez dan Alex masih sekitar setengah detik. Namun, Marquez mampu mempertahankan konsentrasi dan kecepatannya. Alex tidak mendapatkan kesempatan untuk melakukan serangan terakhir.

Kemenangan ke-78

Marquez akhirnya melewati garis finis sebagai pemenang dan memastikan kemenangan ke-78 di kelas MotoGP. Kemenangan di Misano memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar tambahan 25 poin. Marquez kini kembali menjadi pemimpin klasemen MotoGP untuk pertama kalinya sejak keberhasilannya meraih gelar juara dunia pada 2025.

Perjalanan menuju posisi tersebut sangat dramatis. Tujuh seri sebelumnya, Marquez masih tertinggal hingga 102 poin. Setelah serangkaian hasil positif, situasinya berubah total. Kini Marquez dan Martin sama-sama mengoleksi 274 poin. Bezzecchi berada di posisi ketiga dengan selisih 33 poin dari pemimpin klasemen. Dengan demikian, Grand Prix San Marino menjadi titik balik besar dalam perebutan gelar MotoGP 2026.

Podium
Podium seremoni Grand Prix San Marino, Minggu (13/9/2026).

Alex Marquez dan Pedro Acosta podium

Alex Marquez (BK8 Gresini Racing MotoGP) meraih posisi kedua setelah melakukan perjalanan panjang dari posisi kesembilan di grid. Penampilan tersebut menjadi semakin spesial karena Gresini Racing menggunakan livery khusus terinspirasi Marco Simoncelli dalam balapan kandang mereka.

Setelah menghadapi berbagai masalah cedera sepanjang musim, podium kedua di Misano menjadi hasil yang sangat berarti bagi Alex.

Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) melengkapi podium di posisi ketiga. Pembalap muda tersebut kembali menunjukkan potensi besar dengan membawa KTM meraih podium untuk kedua kalinya secara beruntun setelah sebelumnya juga naik podium di Aragon.

Acosta tampil agresif sepanjang balapan dan mampu memanfaatkan persaingan antara Martin dan Alex Marquez untuk mengamankan posisi ketiga.

Aldeguer impresif

Fermin Aldeguer (BK8 Gresini Racing MotoGP) menyelesaikan balapan di posisi keempat. Hasil tersebut terbilang impresif mengingat Aldeguer juga mengalami masalah cedera sepanjang musim.

Jorge Martin (Aprilia Racing) akhirnya harus puas finis di posisi kelima. Secara hasil, posisi tersebut bukan sebuah bencana bagi pemimpin klasemen sebelum balapan. Namun, dalam konteks perebutan gelar, hasil tersebut sangat penting karena Martin kini harus berbagi jumlah poin dengan Marquez.

Aprilia membutuhkan respons cepat karena momentum saat ini mulai berpihak kepada Ducati dan Marquez.

Standing
Hasil GP San Marino

Di belakang Martin, Raul Fernandez (Trackhouse MotoGP Team) finis di posisi keenam. Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46 Racing Team) menempati posisi ketujuh setelah berhasil bangkit dari lap pertama yang sulit.

Enea Bastianini (Red Bull KTM Tech3) finis kedelapan, diikuti Luca Marini (Honda HRC Castrol) di posisi kesembilan dan Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP) yang melengkapi posisi 10 besar.

Poin tambahan juga diraih Brad Binder (Red Bull KTM Factory Racing) di posisi ke-11, Toprak Razgatlioglu (Prima Pramac Yamaha MotoGP) di posisi ke-12, Franco Morbidelli (Pertamina Enduro VR46 Racing Team) di posisi ke-13, serta Pol Espargaro (Red Bull KTM Tech3) di posisi ke-14.

Bagnaia gagal finis

Nasib kurang beruntung kembali dialami Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team). Pembalap Italia tersebut gagal menyelesaikan balapan setelah terjatuh dan keluar lintasan.

Dengan demikian, balapan kandang Bagnaia berakhir mengecewakan. Hasil tersebut menjadi akhir pekan yang kembali sulit bagi pembalap yang sebelumnya telah dua kali menjadi juara dunia.

Sementara itu, kecelakaan Bezzecchi dan Bagnaia membuat dua pembalap Italia yang diharapkan tampil kuat di kandang justru gagal menyelesaikan balapan dengan hasil maksimal.

Austria babak baru pertaungan

Setelah drama Misano, persaingan MotoGP 2026 kini bergerak menuju Red Bull Ring, Austria. Marquez dan Martin sama-sama mengoleksi 274 poin. Bezzecchi berada di posisi ketiga dengan jarak 33 poin dari puncak.

Klasemen
Kalsemen sementara MotoGP

Situasi tersebut membuat persaingan perebutan gelar semakin menarik. Marquez datang ke Austria dengan momentum yang sangat kuat setelah mengubah defisit 102 poin menjadi posisi puncak klasemen hanya dalam tujuh seri.

Ducati kini memiliki alasan besar untuk percaya diri. Sebaliknya, Aprilia harus segera menemukan respons setelah Martin kehilangan posisi terdepan dalam balapan dan Bezzecchi gagal finis di Misano.

Satu hal yang pasti, persaingan menuju gelar juara dunia MotoGP 2026 kini kembali terbuka lebar. Dari tertinggal jauh hingga kembali berada di puncak klasemen, Marc Marquez sekali lagi menunjukkan jika pengalaman, konsistensi, dan kemampuan membaca situasi balapan menjadi modal penting dalam perburuan gelar dunia.

Posisi klasemen kini, 274 poin untuk Marquez. 274 poin untuk Martin. Dan hanya 33 poin yang memisahkan Bezzecchi dari puncak. Pertarungan menuju Austria pekan depan pada 18-20 September 2026 pun siap dimulai.

Saksikan langsung Pertamina Grand Prix of Indonesia 9 - 11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit. Dukung Mario Aji dan Veda Ega Pratama mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia!!

Dapatkan tiketnya di TheMandalikaGP.com

Share
img-single

ARRIVE AND DRIVE

Ready to feel the adrenaline?Take on the track with Agya GR Arrive & Drive at Pertamina Mandalika International Circuit!Whether you want to take the wheel yourself or sit back and enjoy the ride, we've got you covered with our Toyota Agya GR Taxi Ride and Arrive & Drive programs.

img-tmb-1

ARRIVE AND DRIVE

img-tmb-2

MANDALIKA TRACK EXPERIENCE

img-tmb-3

MANDALIKA RACING EXPERIENCE (RADICAL)

img-tmb-4

MANDALIKA ARRIVE AND DRIVE (+TAXI RIDE)

img-tmb-5

LAMPAQ AT CIRCUIT

img-tmb-6

MANDALIKA TRACK DAY (4 WHEELS)

img-tmb-7

MANDALIKA TRACK DAY ( 2 WHEELS)

Related News
img-event-right-1

GT WORLD CHALLENGE ASIA

GT WORLD CHALLENGE ASIA

BUY NOW
img-event-right-3

JDM Fun Day

JDM (Japan Domestic Market) Fun Day is the biggest Japanese Car Community meet up in Indonesia. Followed by 85 high-performance JDM cars, this event initiated by the JDM community is conducted in a Time Attack format. JDM Funday Time Attack is divided into 3 classes according to car specifications: standard, street, and race. Racers from various backgrounds, including non-experienced drivers, experienced drivers, and professionals, have the opportunity to compete.

BOOK NOW
footer-bg