September, 19 2026
Category: R 2 MOTOSPORT
Spielberg, Austria, 19 September 2026 — Jorge Martin (Aprilia Racing) menunjukkan “comeback” luar biasa untuk memenangi Tissot Sprint pada Qatar Airways Grand Prix of Austria di Red Bull Ring. Pembalap Aprilia tersebut melewati drama sejak lap pertama hingga akhirnya merebut kemenangan setelah Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) terjatuh ketika hanya menyisakan tiga lap.
Martin mengawali Sprint dengan sempurna. Pembalap bernomor 89 itu merebut holeshot dan memimpin balapan memasuki Tikungan 1. Namun, situasi berubah hanya dalam beberapa tikungan.
Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) memberikan tekanan langsung. Martin melebar ketika keluar dari tikungan, membuka peluang bagi Marquez untuk mencoba mengambil alih posisi terdepan menuju Tikungan 2a. Keduanya mengerem sangat terlambat dan sama-sama berusaha mempertahankan jalur.
Marquez berhasil mengambil jalur dalam, sementara Martin berada di sisi luar. Posisi tersebut membuat Martin kehilangan kecepatan saat melewati pertengahan tikungan. Dari posisi terdepan di Tikungan 1, Martin mendadak terlempar hingga posisi kedelapan pada Tikungan 3.
Marquez kemudian mengambil alih posisi terdepan. Namun, keunggulan pembalap Ducati Lenovo Team itu tidak bertahan lama.
Pada Tikungan 3, Marquez sedikit melebar ketika berada di depan Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing). Kesempatan tersebut langsung dimanfaatkan Acosta untuk melakukan serangan. Pembalap KTM itu kemudian membuka jarak dengan cepat hingga sekitar satu detik.
Sementara itu, Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) berada di posisi ketiga dan terus membayangi Marquez. Alex Marquez (BK8 Gresini Racing MotoGP) menempati posisi keempat.
Di tengah perubahan posisi yang terjadi di depan, Martin mulai melakukan pekerjaan besar untuk kembali ke barisan terdepan.
Martin “Comeback”
Setelah terlempar ke posisi kedelapan pada lap pertama, Martin tidak kehilangan ritmenya. Pembalap Aprilia tersebut mulai menyalip satu per satu pembalap di depannya.
Brad Binder (Red Bull KTM Factory Racing) menjadi salah satu pembalap yang dilewati Martin. Setelah itu, Martin melewati Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) dan Ai Ogura (Trackhouse MotoGP Team) sebelum kembali mengejar Alex Marquez.
Rangkaian manuver tersebut dilakukan dalam waktu singkat. Pada Lap 5, Martin sudah berhasil kembali ke posisi keempat.
Momentum Martin semakin kuat. Pada Lap 7 dari total 14 lap Sprint, ia menyerang rekan setimnya, Bezzecchi, di Tikungan 1. Martin mengambil jalur dalam dengan tegas dan berhasil merebut posisi ketiga. Dari posisi tersebut, hanya ada satu target berikutnya: Marc Marquez.
Satu lap setelah menyalip Bezzecchi, Martin kembali menunjukkan keberaniannya. Kali ini Marc Marquez menjadi sasaran. Martin melakukan manuver di Tikungan 1 dan berhasil mengambil posisi kedua. Serangan tersebut berlangsung agresif, tetapi tetap bersih.
Dengan Acosta masih unggul sekitar 2,8 detik di depan, fokus Martin kemudian berubah. Ia harus mempertahankan posisi dari tekanan Marquez dan Bezzecchi sekaligus menjaga batas lintasan.
Sebelumnya, Martin sudah mendapatkan peringatan track limits. Jika kembali melanggar batas lintasan, ia berisiko mendapatkan Long Lap Penalty.
Acosta Terjatuh Saat Memimpin
Ketika Martin berjuang mengejar kemenangan, Acosta sebenarnya berada dalam posisi yang sangat menguntungkan.
Pembalap Red Bull KTM Factory Racing tersebut mampu membangun keunggulan sekitar dua detik. Dengan hanya tiga lap tersisa, kemenangan Sprint kedua Acosta musim ini tampak semakin dekat, terlebih balapan berlangsung di kandang KTM.
Namun, drama terjadi di Tikungan 2a. Acosta masuk ke chicane terlalu cepat. Ia tetap berusaha mempertahankan kecepatan dan posisi motornya saat memasuki tikungan, tetapi bagian depan KTM RC16 kehilangan cengkeraman. Acosta terjatuh.
Kesalahan tersebut langsung mengubah jalannya Sprint. Keunggulan dua detik yang dimiliki Acosta seketika hilang dan posisi terdepan berpindah kepada Martin.
Bagi Acosta, kecelakaan itu menjadi akhir yang mengecewakan dari balapan yang sebenarnya sudah berada dalam kendalinya. Sementara bagi Martin, insiden tersebut membuka jalan menuju kemenangan.
Martin Amankan 12 Poin Penting
Setelah Acosta keluar dari persaingan, Martin tidak melakukan kesalahan. Ia menjaga ritme hingga bendera finis dan mengamankan kemenangan Sprint.
Hasil tersebut memberikan Martin 12 poin yang sangat penting dalam persaingan gelar juara dunia. Martin juga berhasil memanfaatkan situasi tersebut untuk kembali memimpin klasemen MotoGP. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) finis di posisi kedua, sementara Bezzecchi (Aprilia Racing) mengamankan posisi ketiga. Dengan demikian, tiga pembalap yang sedang bersaing dalam perebutan gelar dunia kembali mengisi tiga besar Sprint Austria.
Martin kini memimpin klasemen dengan keunggulan tiga poin atas Marc Marquez menjelang balapan utama pada Minggu.
Ogura Bangkit dari Cedera
Di belakang tiga besar, Ai Ogura (Trackhouse MotoGP Team) tampil mengesankan setelah kembali dari cedera. Pembalap Jepang tersebut berhasil menyelesaikan Sprint di posisi keempat.
Alex Marquez (BK8 Gresini Racing MotoGP) finis kelima, hanya enam persepuluh detik di depan Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) yang menempati posisi keenam.
Johann Zarco (Castrol Honda LCR) menjadi pembalap Honda dengan posisi finis terbaik setelah menyelesaikan Sprint di tempat ketujuh.
Fermin Aldeguer (BK8 Gresini Racing MotoGP) mengamankan posisi kedelapan, sementara Brad Binder (Red Bull KTM Factory Racing) menempati posisi kesembilan sekaligus menjadi pembalap terakhir yang memperoleh poin pada Sprint.
Drama Belum Berakhir
Sprint Austria kembali memperlihatkan betapa cepat situasi dapat berubah dalam MotoGP. Martin sempat berada di posisi kedelapan pada awal balapan, kemudian secara bertahap kembali ke depan dan akhirnya merebut kemenangan.
Sebaliknya, Acosta yang sempat memimpin dengan keunggulan dua detik justru kehilangan kemenangan hanya tiga lap sebelum finis.
Bagi Martin, kemenangan tersebut menjadi tambahan penting dalam perburuan gelar. Setelah melewati akhir pekan Misano dan persaingan ketat dengan Marquez, pembalap Aprilia itu kini kembali berada di puncak klasemen.
Martin dan Marquez akan kembali menjadi dua nama utama yang harus diperhatikan pada balapan utama Austria. Bezzecchi juga tetap berada dalam persaingan setelah mengamankan podium Sprint.
Sementara itu, KTM dan Acosta memiliki kesempatan untuk membalas kekecewaan pada Sprint ketika balapan utama digelar Minggu.
Dengan Martin hanya unggul tiga poin atas Marquez, pertarungan perebutan gelar MotoGP 2026 kembali memasuki fase yang semakin ketat. Di Red Bull Ring, satu kesalahan dapat mengubah seluruh peta persaingan. (MGPA)
Saksikan langsung Pertamina Grand Prix of Indonesia 9 - 11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit. Dukung Mario Aji dan Veda Ega Pratama mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia!!
Dapatkan tiketnya di TheMandalikaGP.com
ARRIVE AND DRIVE
Ready to feel the adrenaline?Take on the track with Agya GR Arrive & Drive at Pertamina Mandalika International Circuit!Whether you want to take the wheel yourself or sit back and enjoy the ride, we've got you covered with our Toyota Agya GR Taxi Ride and Arrive & Drive programs.
JDM Fun Day
JDM (Japan Domestic Market) Fun Day is the biggest Japanese Car Community meet up in Indonesia. Followed by 85 high-performance JDM cars, this event initiated by the JDM community is conducted in a Time Attack format. JDM Funday Time Attack is divided into 3 classes according to car specifications: standard, street, and race. Racers from various backgrounds, including non-experienced drivers, experienced drivers, and professionals, have the opportunity to compete.
BOOK NOW